Selasa, 5 Mei 2026

Pater Klaus Meninggal Dunia

Riwayat Hidup dan karya Misonaris Pater Klaus di Flores NTT

Kepergian Pater Nikolaus Naumann, SVD atau sering disapa Pater Klaus sungguh mengejutkan umat

Tayang:
Penulis: Hilarius Ninu | Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Riwayat Hidup dan karya Misonaris Pater Klaus di Flores NTT
TRIBUNFLORES.COM/HO-DOK SVD FLORES
Pater Nikolaus Naumann, SVD atau yang sering disapa Pater Klaus meninggal dunia di Jerman, Kamis, 24 Juli 2025 malam Waktu Indonesia. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Kepergian Pater Nikolaus Naumann, SVD atau sering disapa Pater Klaus sungguh mengejutkan umat katolik di Flores terutama di Paroki Kewpante, Keuskupan Maumere, Flores, NTT.

Pater Klaus adalah Misionaris asal Jerman yang lahir pada tanggal 6 Desember 1948 di kota Theley, Distrik Sankt Wendel, Negara Bagian Saarland, Jerman.

Pater Klaus adalah anak dari pasangan ayah Bernama Josef Naumann dan Ibu Alwine Naumann.

Ia adalah anak sulung dan memiliki dua adik yakni Herman Naummann dan Maria Naumann.

 

Baca juga: BREAKING NEWS: Pater Klaus Misionaris SVD yang Berkarya di Sikka Meninggal Dunia

 

 

Perjalanannya menjadi imam dimulai dari tahun 1954- 1962 menempuh pendidikan SD di Theley.

Tahun 1962-1967 pendidikan SMP disambung SMA di Ottweiter dan tahun 1967 - 1969 Pater Klaus masuk Novisiat SVD di Sankt Augustin.

Setelah itu, almarhum pada tahun 1969 – 1974 Pater Klaus menempuh pendidikan S1 di bidang Filsafat/Teologi di Sankt Augustin dan Mengikrarkan Kaul Kekal di Sankt Augustin tahun 1973.

Pater Klaus ditabhiskan meniadi imam SVD di Sankt Augustin 1974.

Setelah menjadi imam, pada 1974 – 1975 Pater Klaus mengambil Lisensiat bidang Misiologi di Sankt Augustin.


Berkarya di Indonesia Jadi Misionaris 

Pada tanggal 20 September 1975 Pater Klaus tiba di Indonesia melalui Bandara Halim Perdana Kusuma.

Kemudian 4 tahun sejak 1975 – 1978 Pater Klaus mulai belajar bahasa sambil melayani umat di Paroki Benteng Jawa sebagai pastor rekan di Keuskupan Ruteng.

 

Baca juga: Imbas Keracunan dari Makan Bergizi Gratis, DPRD NTT Peringatkan Penyedia

 

Tahun 1978 – 1981 Pater Klaus menjadi Pastor Paroki Benteng Jawa di Manggarai Timur.

Pater Klaus pada tahun 1982 – 1983 sakit malaria yang serius sehingga dia harus berhenti dari Pastor Paroki dan harus menjalani pengobatan intensif di RS Cancar dan RKZ Surabaya.

Kemudian usai sehat pada 1983 Pater Klaus pindah ke Paroki Kewapante menjabat sebagai Pastor Rekan sampai 1995.

Selanjutnya, 1995 – 2005 Pater Klaus menjabat sebagai Pastor Paroki Kewapante–Maumere


Pastor Pelatih Bola Kaki

Selain berkarya melayani umat di Keuskupan Maumere, Pater Klaus selama berkarya di Kewapante dikenal dalam bidang olahraga Sepak Bola sebagai pelatih dan konsultan teknis dalam permainan Sepak Bola.

Sejak tahun 2005 Pater Klaus purnabakti dari jabatan Pastor Paroki dan tetap melayani umat Paroki Kewapante.

Ia juga pada tahun 2006 – 2016 Pater Klaus menjabat sebagai Direktur CARINA (Caritas Indonesia) Keuskupan Maumere.


Berangkat ke Jerman

Pater Klaus saat di Maumere berangkatan ke Jerman untuk cuti setiap 4-5 tahun. Namun beberapa saat sebelum keberangkatannya untuk cuti, Pater Klaus mengalami kecelakaan kendaraan. 

Kecelakaan ini kemudian ditangani di Denpasar–Bali, namun kondisinya tidak juga optimal pulihnya karena Pater Klaus juga memiliki komplikasi problem diabetes dan pernah mengalami stroke. 

Selain itu, bertepatan dengan keberangkatanya ke Jerman untuk cuti, ia berobat di tanah airnya di Jerman. 

Rencana cutinya yang akan berlangsung sampai bulan Desember 2025 akhirnya berakhir dengan kepergiannya karena sakit komplikasi yang dideritanya.


Sumber :Kantor Sekretaris Misi Provinsi SVD Ende dan Kantor Perwakilan Waligereja Indonesia – Urusan Tenaga Gerejani Warga Negara Asing.


Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved