Minggu, 17 Mei 2026

Universita Nusa Nipa

Melalui Program PKM Dosen Unipa Perkuat Peran Kader Tuberkulosis di UPT Puskesmas Beru Sikka

Pemberdayaan Kader Tuberkulosis untuk Meningkatkan Cakupan Investigasi Kontak dan Upaya Perbaikan Mutu Layanan Tuberkulosis di Puskesmas Beru.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto Melalui Program PKM Dosen Unipa Perkuat Peran Kader Tuberkulosis di UPT Puskesmas Beru Sikka
TRIBUNFLORES.COM/KRISITIN ADAL
UNIPA PKM- Tim PKM Unipa Maumere foto bersama dengan para kader tuberkulosis Puskesmas Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (7/8/2025). 

 

Ia menyebut Indonesia menempati posisi kedua di dunia dengan jumlah kasus TBC. Di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) angka kasus TBC mengalami kenaikan setiap tahun. Sejak Januari hingga Juli terdapat sekitar ditemukan 300 kasus TBC sensitiv obat dan empat kasus resisten obat di Kabupaten Sikka

"Di Sikka ada 300 kasus TBC yang sensitive obat dan 4 kasus yang resisten obat. Setiap tahun 400-500 kasus, tahun ini pasti naik,"kata Elisabet.

Menurutnya, naiknya angka kasus TBC ini karena penularan yang cepat. Investigasi kontak harus cepat dilakukan untuk menemukan pasien tertular agar cepat diobati dan bisa sembuh. Oleh karena itu peran kader harus benar-benar diperkuat.

"Angka ini diperkirakan akan meningkat, mengingat TBC adalah penyakit menular, semua orang berisiko tertular. Lebih baik cepat ditemukan sehingga bisa cepat diobati dan bisa sembuh,"kata Elisabet usai memberikan materi dasar penyakit TBC kepada para kader.

foto pkm
PKM UNIPA- Suasana saat PKM Unipa bersama kader TBC di Puskesmas Beru, Kamis (7/8/2025)

 

Kata Elisabet, Kabupaten Sikka memiliki empat alat Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk Tuberkulosis (TBC) yang ada di RSUD TC Hiller Maumere, Puskesmas Beru, Puskesmas Nita, dan Puskesmas Geliting. 

Empat alat ini bisa diakses gratis oleh pasien. Sementara untuk obat diberikan secara gratis dan bagi pasien TBC yang menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dari program semua pengobatan ditanggung pemerintah.

"Alat ini diakses gratis dan obat untuk TBC juga gratis,"kata Elisabet.

Untuk memaksimalkan eliminasi TBC ini, Elisabet mendukung program PKM Unipa Maumere yang fokus pada pemberdayaan kader dengan meningkatkan cakupan investigasi kontak dengan melatih kader memberikan mindfulness spiritual dengan metode STOP, dukungan psikososial pada pasien TBC dan peneguhan pelayanan para kader.

"Pengadaan alat, keterlibatan kader sangat membantu dalam kegiatan penemuan kasus, Unipa lebih fokus pada investigasi kontak. Ini sangat bagus karena sangat mendukung petugas Kesehatan karena belum pernah dilakukan,"ujarnya.

ketua pkm
PKM UNIPA MAUMERE- Ketua Tim PKM Unipa di Puskesmas Beru, Donatus Korbianus Sadipun, saat memperkenalkan tim PKM di hadapan para kader TBC Puskesmas Beru, Kamis (7/8/2025).

 

Sementara, Ketua Tim PKM Unipa di Puskesmas Beru, Donatus Korbianus Sadipun mengatakan para dosen bersama mahasiswa melakukan PKM khususnya pada kader TBC. Pihaknya melakukan PKM di wilayah kerja Puskesmas Beru karena angka kejadian TBC di puskesmas ini cukup tinggi.

Tujuan dari kegiatan ini untuk mengintegrasikan peran lembaga pendidikan tinggi dan Puskesmas Beru yang juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka

"Kami berharap para kader yang telah diberikan materi maupun pelatihan dapat lebih giat lagi mencari atau menginvestigasi kontak yang berhubungan dengan penyakit TBC ini. Sehingga kejadian TB di puskemas ini dan Sikka umumnya dapat tereliminasi,"pungkasnya.

Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved