Berita Kota Kupang
Tanggapan Akademisi Perihal Kinerja 100 Kerja Cristian Widodo dan Serena Francis
Akademisi Fisip Universitas Muhamadiyah Kupang Amir Kiwang merespons 100 hari kerja kepemimpinan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/serena-dodo.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG -Akademisi Fisip Universitas Muhamadiyah Kupang Amir Kiwang merespons 100 hari kerja kepemimpinan Wali Kota Kupang Chris Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis.
Sejak pelantikan, dr Christian Widodo dan Wakilnya Serena Francis menetapkan tiga fokus utama selama 100 hari pertama, penanganan sampah, reformasi birokrasi, dan pemberdayaan UMKM.
Mereka menargetkan agar dalam 100 hari, sampah yang menyebar di jalan protokol seperti jalan Palapa dan El Tari bisa hilang, sambil membangun sistem pengolahan berbasis kecamatan—wastehouse di 6 kecamatan untuk meminimalkan beban TPA Alak hanya untuk residu.
Penempatan bak-bak sampah sementara di titik pembuangan sampah di kelurahan menjadi langkah maju yang baik yang telah dilakukan oleh pemda kota kupang.
Aspek lainnya adalah penandatanganan perjanjian kinerja dengan seluruh OPD untuk memperkuat Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP). Kota Kupang meraih predikat "B" dengan nilai 64,06.
Selain itu Enam OPD tuntas 100 persen menindaklanjuti rekomendasi BPK dari total 27 OPD yang terkena temuan kerugian daerah Rp 13 miliar. Ini ada langkah maju yang baik.
Baca juga: Kenang Sang Ayah, Gubernur Melki Laka Lena Menangis Dalam Upacara Hari Pramuka
Pemerintah kota kupang juga menyiapkan perwali ramah disabilitas dan di uji coba di kelurahan Naikoten Satu melalui pelayanan via WhatsApp, akses fisik.
Walikota dan wakil walikota juga melakukan konsolidasi internal birokrasi dan program yang diintegrasikan dalam RPJMD. Meski masih parsial serta munculnya praktik seperti “Jumat Bersih” sebagai bentuk gerakan kultural masyarakat, akan tetapi sekali lagi ini ada langkah maju yang cukup positif.
Wali Kota Christian Widodo menyatakan telah memenuhi 15–20 % janji kampanye dalam waktu kurang dari 100 hari. Meskipun demikian Fraksi-fraksi DPRD kota kupang justru memberikan rapor merah, dengan estimasi realisasi sebenarnya sekitar 1–5?rdasarkan pengamatan faktual di lapangan.
Tapi bagi saya ini bukanlah skak mati. Ini justru menjadi pelecut semangat bagi walikota dan wakil walikota untuk menuntaskan janji dan program kampanye yang mereka miliki.
Catatan untuk wali kota dan wakil wali kota capaian 15 - 20 % sebaiknya dilengkapi dengan data yang lebih valid dan terukur, sebab jika tidak, maka capaian keberhasilan itu akan dinilai sebagai klaim semata yang bisa memicu banyak kritikan dari berbagai kalangan.
Sektor yang paling penting adalah infrastruktur dasar dan layanan publik, terutama air bersih.
Kota Kupang telah lama mengalami masalah krisis air bersih, baik dari sisi ketersediaan, distribusi, maupun kualitas.
| Kenang Sang Ayah, Gubernur Melki Laka Lena Menangis Dalam Upacara Hari Pramuka |
|
|---|
| PLN NTT Tingkatkan Keandalan Listrik dengan Teknologi Canggih, Gangguan Cepat Teratasi |
|
|---|
| Wali Kota Tidak Mau Urusan Administrasi Halangi Kesehatan Warga Kota Kupang |
|
|---|
| Tolak Rencana Pembangunan Vila di Pulau Padar Labuan Bajo: Ancam Eksistensi Komodo |
|
|---|