Rabu, 3 Juni 2026

Prada Lucky Namo Meninggal

Update Terbaru Kasus Prada Lucky Namo, Mabes TNI AD: Tidak Lama Lagi 

Prada Lucky Namo meninggal dunia di Aeramo Nagekeo Flores NTT. Prada Lucky Namo tewas dianiaya 20 orang senior TNI AD.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Update Terbaru Kasus Prada Lucky Namo, Mabes TNI AD: Tidak Lama Lagi 
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
PELUK PETI PRADA LUCKY - Sang ibu Sepriana Paulina Mirpey memeluk peti jenazah anaknya Prada Lucky Namo di rumah duka Asrama TNI, Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, sebelum dimakamkan pada Sabtu (9/8/2025) lalu. Mabes TNI AD mengungkap update terbaru kasus penyidikan tewasnya Prada Lucky Namo. Dalam waktu dekat Mabes TNI akan rilis kasus itu ke publik via media massa. 

Sepriana mengatakan, informasi lain yang dia peroleh, semua pelaku telah dibawa ke Detasemen Polisi Militer IX-1/Udayana di Kupang. Ia berterima kasih kepada publik yang sudah berempati. 

Sebelumnya, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus tersebut sesuai prosedur yang berlaku dan transparan. 

"Proses kemudian bagaimana tindak lanjut selanjutnya untuk pemeriksaan akan kita laksanakan secara transparan dan tidak ada yang kita tutupi," kata Piek Budyakto usai bertemu Serma Kristian Namo dan Sepriana Paulina Mirpey, orang tua mendiang Prada Lucky beberapa waktu lalu. 

Adapun Prada Lucky Namo meninggal dunia di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) Nagekeo awal Agustus 2025 lalu. Lucky diduga dianiaya seniornya di asrama setempat. 

Iren Bantah LGBT

Sebelumnya, Iren membantah informasi yang beredar berdasarkan laporan kepada Asintel Kasdam IX/Udayana bahwa pemeriksaan terhadap Prada Lucky Chepril Saputra Namo, anggota Batalyon TP 834/Wakanga Mere, Nagekeo diduga mengalami penyimpangan seksual (LGBT).

Iren merupakan ibu asuh Prada Lucky Namo yang sempat merawat Prada Lucky saat menderita luka-luka lebam dan gores pada Senin (28/7/2025) lalu di Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Bantahan itu disampaikan Iren saat diwawancarai TribunFlores.com, Jumat (15/8/2025) pagi pukul 09.44 Wita. 

"Dia biasa-biasa saja, menurut yang saya lihat itu tidak ada yang aneh-aneh dari Lucky," tegas Iren. 

Ia menyebut, pada saat datang ke rumahnya di Kampung Lego, RT.17, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Prada Lucky Namo tidak menunjukkan perilaku yang aneh. Bahkan saat Prada Lucky berinteraksi dengan keluarga Ibu Iren layaknya keluarga sendiri. Jarak rumah Ibu Iren ke markas Batalyon TP 843/Wakanga Mere kurang lebih 400 meter. 

"Biasa, omong biasa, cerita biasa, tidak ada yang lain dari Lucky, perilakunya seperti biasa, dia ada pacar atau tidak saya tidak tahu, mungkin Lucky belum sempat cerita ke saya," ujar Iren. 

Sejak permintaan Prada Lucky Namo agar Ibu Iren menjadi ibu angkatnya, Iren mengaku almarhum Prada Lucky baru dua kali ke rumahnya yakni pada tanggal Sabtu, (26/7/2025) - Minggu, (27/7/2025) dan bermalam serta pada Senin (28/7/2025) saat kondisi Prada Lucky sudah dalam kondisi luka-luka. 

"Dia ijin bermalam disini, waktu itu dia sendiri, waktu itu kondisinya sehat-sehat saja, Sabtu sore itu waktu dia datang kesini, dia ijin bermalam disini sampai tanggal 27 malam sekitar jam 7 baru dia balik ke barak, itu kondisinya masih baik-baik saja dan sempat malam bersama dengan kami baru dia pulang ke batalyon," ujarna.

Pada saat berada di rumah Iren, almarhum Prada Lucky tidak menceritakan apapun kepada Iren maupun anggota keluarga lainnya.

"Waktu itu memang sudah ada luka-luka di belakangnya, ada luka lebam terus ada bekas goresan di belakang tapi ada luka lebamnya di lengan, di paha, paha atas itu, kalau dilihat itu luka baru semua," ungkap dia.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved