Kamis, 4 Juni 2026

Prada Lucky Namo Meninggal

Update Terbaru Kasus Prada Lucky Namo, Mabes TNI AD: Tidak Lama Lagi 

Prada Lucky Namo meninggal dunia di Aeramo Nagekeo Flores NTT. Prada Lucky Namo tewas dianiaya 20 orang senior TNI AD.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Update Terbaru Kasus Prada Lucky Namo, Mabes TNI AD: Tidak Lama Lagi 
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
PELUK PETI PRADA LUCKY - Sang ibu Sepriana Paulina Mirpey memeluk peti jenazah anaknya Prada Lucky Namo di rumah duka Asrama TNI, Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, sebelum dimakamkan pada Sabtu (9/8/2025) lalu. Mabes TNI AD mengungkap update terbaru kasus penyidikan tewasnya Prada Lucky Namo. Dalam waktu dekat Mabes TNI akan rilis kasus itu ke publik via media massa. 

Pada saat itu, almarhum Prada Lucky Namo sempat meminjam handphone milik Iren untuk melakukan panggilan video call bersama ibu kandungnya yang berada di Kupang. Iren mengaku tidak mengetahui pembicaraan ibu dan anak itu karena pada saat menelpon ibunya, Prada Lucky berada di kamar. 

Saat sedang menelpon ibu kandungnya, beberapa rekan Prada Lucky Namo yang jumlahnya kurang lebih sepuluh orang datang menjemput Prada Lucky. Namun oleh Iren tidak diberikan izin karena menurut Iren, salah satu seniornya Prada Lucky meminta Iren menahan almarhum untuk tetap tinggal sementara waktu di rumah Iren. 

"Jadi saya belum sempat kasih izin untuk pulang, waktu itu mereka agak lumayan banyak mungkin kurang lebih 10 orang, temannya yang satu itu sempat bilang tidak apa-apa, dia hanya ditugaskan untuk jaga Lucky tapi dia mengerti, dia tunggu sampai senior-seniornya yang lain datang, saya kasih makan siang lagi Lucky terus kasih lagi obat terus mereka bawa pulang lagi ke batalyon hari itu juga, setelah itu saya sudah tidak tahu lagi kabarnya Lucky seperti apa," terang Iren. 

Kematian Prada Lucky Namo meninggalkan luka mendalam bagi Iren. Ia berharap ada keadilan untuk almarhum anak angkatnya itu. 

"Supaya dia bisa tenang, walaupun dia memang belum waktunya untuk pergi tapi itu sudah kehendak Tuhan, kita bisa memungkiri kalau Tuhan sudah berkehendak pasti saja terjadi, semoga saja ada keadilan buat Lucky dan keluarga," harap Iren. 

Ia juga mengaku, setelah peristiwa yang cukup menggemparkan tersebut, dirinya sempat didatangi anggota Sub Denpom Ende untuk dimintai keterangan terkait kondisi Prada Lucky Namo saat datang ke rumahnya. 

Kisah Haru

Sebelumnya, kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, anggota Batalyon TP 834/Wakanga Mere, Aeramo, Kabupaten Nagekeo yang diduga dianiaya 20 orang seniornya di kesatuannya sendiri tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi kedua orang tuanya dan keluarga tetapi juga bagi ibu Iren, ibu asuh almarhum Prada Lucky di Nagekeo. 

Bagi Ibu Iren, sosok almarhum Prada Lucky Namo adalah sosok yang baik dan suka membantu orang lain. 

Kepada TribunFlores.com, Jumat (15/8/2025) pagi, Ibu Iren mengaku mulai berkenalan dengan almarhum Prada Lucky Namo sekitar minggu kedua bulan Juli 2025. 

"Setiap hari kan kami ada pergi ambil makanan sisa, kebetulan dia (red:  almarhum Prada Lucky Namo) ada di dapur di bagian cuci piring, kan hampir setiap hari kami ambil makanan sisa itu, setiap hari kalau kami datang dia selalu cuci piring, pagi siang malam kan kami selalu ketemu dia di tempat cuci piring," ungkap Ibu Iren. 

Makanan sisa yang diambil ibu Iren biasanya untuk memberi makan ternak. Terkadang, Ibu Iren kerap membantu Prada Lucky Namo mencuci piring apabila rekan-rekannya tidak ada yang membantu almarhum mencuci piring bekas makan semua anggota Batalyon TP 834/Wakanga Mere. 

Setiap kali bertemu Prada Lucky Namo di tempat cuci piring di barak itu, Ibu Iren kerap melihat Prada Lucky sendirian mencuci piring. 

"Yang saya sering saya lihat itu dia cuci piring sendiri kalau yang lain itu makan habis datang taruh di dekat dia itu, dia cuci, saya kurang tahu tugasnya dia apa sebenarnya hanya setiap hari kami ketemu dia di tempat cuci piring, kami hanya liat dia cuci piring tiap hari, kadang pagi kami datang dia ada di tempat cuci piring, siang juga kami ambil dia ada, sore juga ada," tutur Ibu Iren. 

Awal Mula Jadi Anak Angkat 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved