Minggu, 10 Mei 2026

Prospek Cuaca Sepekan ke Depan

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 25 Agustus 2025, BMKG: Masyarakat Diimbau Siaga

BMKG memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi cuaca ekstrem periode 19-25 Agustus 2025.

Tayang:
Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto Waspada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 25 Agustus 2025, BMKG: Masyarakat Diimbau Siaga
TRIBUNFLORES.COM/KRISTIN ADAL
HUJAN LEBAT- Dalam sepekan 19-25 Agustus 2025, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami pembentukan awan hujan yang cukup signifikan. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- BMKG memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, periode 19-25 Agustus 2025.

BMKG menjelaskan, potensi ini dipengaruhi oleh beberapa dinamika atmosfer, antara lain aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 3 (tiga), sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat. K

ondisi ini juga diperkuat oleh adanya gelombang atmosfer berupa kombinasi Mixed-Rossby Gravity dan Gelombang Kelvin, serta anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) positif yang menandakan peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia.

Selain itu, teridentifikasi sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra yang secara tidak langsung memengaruhi pola angin di sekitar Indonesia dengan membentuk area perlambatan dan belokan angin, sehingga semakin memicu pertumbuhan awan hujan signifikan. Faktor-faktor tersebut menyebabkan curah hujan meningkat disaat sebagian besar wilayah masih berada pada periode musim kemarau. 

 

Baca juga: Mengenal Observatorium Nasional Gunung Timau, Pusat Riset Antariksa di NTT

 

 

 

 

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Dalam sepekan mendatang, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami pembentukan awan hujan yang cukup signifikan. Kondisi ini dipicu oleh interaksi berbagai faktor atmosfer skala global, regional, hingga lokal, yang mempertahankan atmosfer berada dalam kondisi labil dan mendukung perkembangan awan konvektif. A

ktivitas atmosfer tersebut berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat.

Pada skala global, indeks Dipole Mode tercatat bernilai -0,84, yang berperan dalam meningkatkan pasokan uap air di Samudra Hindia bagian barat Sumatra. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini berada pada fase 3 (Samudra Hindia Bagian Timur) dan diperkirakan akan menguat, lalu bergeser ke fase 4 memasuki wilayah Indonesia. 

Selain itu, pada skala regional diperkuat oleh adanya gelombang-gelombang tropis, seperti Gelombang Kelvin dan Mixed Rossby-Gravity yang terpantau aktif di wilayah Lampung, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, dan sebagian Maluku. Selain itu, gelombang berfrekuensi rendah (low frequency) juga persisten aktif di Sumatera bagian selatan, Jawa bagian barat, serta sebagian wilayah tengah dan timur Indonesia, yang mendukung proses pembentukan awan hujan di area tersebut.

 

Baca juga: BMKG Ingatkan Waspada Hujan Ringan di Manggarai dan Manggarai Timur Hari Ini

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved