Gelombang Tinggi di Labuan Bajo
Gelombang Tinggi di Laut, Wabup Weng : Kalau :Laut Tidak Bisa Jangan Paksa
Weng meminta wisatawan untuk tidak memaksakan diri pergi ke Pulau Komodo di tengah kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan.
Penulis: Berto Kalu | Editor: Hilarius Ninu
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng menyarankan wisatawan untuk menikmati destinasi wisata yang ada di daratan Labuan Bajo. Pasalnya pelayaran ke Pulau Komodo dan sekitarnya ditutup akibat cuaca buruk.
Weng meminta wisatawan untuk tidak memaksakan diri pergi ke Pulau Komodo di tengah kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan.
"Kalau laut tidak bisa jangan paksa, mereka (wisatawan) bisa nikmati spot darat. Bagus sore-sore ke Parapuar, Goa Batu Cermin," kata Weng, Minggu 10 Maret 2024.
Menurutnya spot wisata di daratan tak kalah menarik, karena menyuguhkan keindahan alam Labuan Bajo, Flores. Dari segi aksesibilitas, memiliki akses jalan yang baik dan mudah ditempuh menggunakan kendaraan.
Baca juga: BREAKING NEWS : Nelayan Tenggelam di Pelabuhan Aimere Saat Menguras Air di Perahu
Dikatakannya, ajakan berwisata di seputaran Labuan Bajo juga disampaikan kepada tamu dari Pemerintah Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara yang datang ke Labuan Bajo.
Rombongan itu tidak bisa berwisata ke Pulau Komodo karena cuaca buruk. "Begitu mau pergi di hari kedua gelombang sangat besar. Kami sarankan bisa ke Tana Mori, Parapuar, Gua Batu Cermin dan Puncak Waringin," katanya.
Sebelumnya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo melarang kapal wisata untuk berlayar ke Pulau Komodo Taman Nasional Komodo (TNK) selama enam hari sejak 11-16 Maret 2024 karena cuaca buruk.
Larangan berlayar tersebut karena ada potensi gelombang tinggi dan angin kencang menurut prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.