Berita Manggarai

Anggota DPRD Manggarai Lexy Armanjaya: Petani Juga Harus Merdeka

Anggota DPRD Manggarai Lexy Armanjaya menyeruhkan melalui momen hari Kemerdekaan RI ke-80 ini, petani juga harus merdeka. 

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ricko Wawo
TRIBUNFLORES.COM/ROBERT ROPO
SOSOK- Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Aleksius Armanjaya. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG-Anggota DPRD Manggarai Lexy Armanjaya menyeruhkan melalui momen hari Kemerdekaan RI ke-80 ini, petani juga harus merdeka. 

Kemerdekaan sejati di Manggarai hanya bisa dicapai jika petani diperlakukan sebagai prioritas pembangunan, bukan sekadar pelengkap seremoni tahunan. 

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Manggarai ini menyampaikan hal ini saat melakukan reses di Desa Bangka Ajang, Kecamatan Rahong Utara pekan lalu. 

Menurut anggota legislator asal Dapil Ruteng, Lelak, Rahong Utara itu, bahwa makna kemerdekaan tidak hanya dimaknai secara seremonial melalui apel atau upacara bendera setiap 17 Agustus, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan nyata masyarakat sehari-hari khususnya kepada para petani. Karena, kemerdekaan sejati tidak cukup hanya diperingati dengan seremoni tahunan, tetapi harus benar-benar terasa di meja makan, di ladang, di kebun, dan dalam kehidupan keluarga petani Manggarai.

Menurut Lexy, ukuran kemerdekaan harus lebih membumi. Ketika keluarga bisa makan makanan bergizi, anak-anak bisa berkuliah, dan petani bisa mengelola hasil kebunnya secara produktif.

 

Baca juga: Bentrok Antar Warga Pecah di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste di Kabupaten TTU

 

 

"Kalau kemarin keluarga belum bisa makan dengan lauk, lalu hari ini bisa makan lauk setiap hari, itulah merdeka yang sebenarnya. Kalau orang tua belum bisa mengirimkan anak-anaknya ke bangku kuliah, atau setiap rumah tangga belum bisa menghasilkan sayur, kopi, dan horti lainnya secara maksimal, itu berarti kita sebenarnya belum merdeka," ujarnya tegas, Senin, 25 Agustus 2025. 

Menurut Lexy, kemerdekaan harus hadir dalam bentuk keberhasilan para petani mengembangkan usaha pertanian dalam skala besar yang mampu menopang kebutuhan hidup keluarga.

"Saya sangat berharap petani kita bisa merayakan kemerdekaan bukan hanya dengan mengibarkan bendera, tetapi dengan berhasil memelihara ratusan bahkan ribuan ternak, menanam ribuan pohon cengkeh, kopi, sayuran, lombok, buah-buahan, dan lain-lain dalam skala besar, serta merawat semuanya dengan baik,"ujarnya.

"Tetapi ika petani hanya menanam atau memelihara dalam jumlah kecil untuk sekadar menghiasi pekarangan rumah, itu belum cukup untuk disebut sebagai bentuk kemerdekaan,"sambungnya.

Menurut Lexy, kemerdekaan bagi petani harus diukur dari kemampuan mereka memenuhi kebutuhan dasar seperti membiayai pendidikan anak, menikmati makanan sehat, membangun rumah layak huni, dan meningkatkan martabat keluarga.

Lexy juga menyoroti peran pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved