Berita Manggarai
Anggota DPRD Manggarai Lexy Armanjaya: Petani Juga Harus Merdeka
Anggota DPRD Manggarai Lexy Armanjaya menyeruhkan melalui momen hari Kemerdekaan RI ke-80 ini, petani juga harus merdeka.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Manggarai-Aleksius-Armanjaya.jpg)
Ia menekankan, pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk mendampingi petani, menyediakan akses yang mudah terhadap bibit unggul, pupuk, modal usaha, teknologi, hingga akses pasar.
"Dinas Pertanian harus bekerja keras agar pertanian menjadi primadona. Dinas ini harus mampu membuat orang bangga menjadi petani. Jangan biarkan petani berjalan sendiri menghadapi semua tantangan. Petani harus dibuat merdeka karena kebutuhan mereka terpenuhi, dan itu hanya mungkin kalau pemerintah hadir sepenuhnya," ujar Lexy.
Baca juga: Polres Manggarai Timur Hadirkan Pelayanan Keliling Perpanjangan SIM
Lexy juga menegaskan, perhatian serius pemerintah kepada petani tidak boleh bersifat parsial atau proyek jangka pendek, tetapi harus berupa kebijakan berkelanjutan yang benar-benar menyentuh akar persoalan.
Karena menurutnya, tanpa dukungan kebijakan yang tepat, petani hanya akan berputar-putar dalam masalah klasik seperti harga komoditas yang anjlok, kesulitan pupuk, hingga minimnya fasilitas penyuluhan.
Karena itu, Lexy mengajak masyarakat untuk melihat bahwa kemerdekaan bukan hanya slogan, melainkan harus tercermin dalam keseharian.
"Merdeka artinya petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan, melainkan bisa berdiri tegak dengan usaha sendiri karena pemerintah menyediakan iklim yang kondusif," Ujarnya.
"Kemerdekaan itu ketika anak-anak desa bisa sekolah tinggi tanpa khawatir biaya, ketika orang tua bisa menyediakan makanan bergizi, ketika hasil kebun petani punya harga yang adil, dan ketika setiap keluarga merasa bangga hidup sebagai petani. Itulah makna merdeka yang sesungguhnya,"sambung Lexy.
Meski kondisi petani Manggarai saat ini masih jauh dari harapan, Lexy optimistis bahwa kemerdekaan sejati bisa diwujudkan jika semua pihak bekerja serius.
Karena itu, ia menekankan perlunya energi kolektif dari pemerintah, legislatif, swasta, dan masyarakat untuk membangun sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
"Tidak ada yang mustahil. Asal pikiran, hati, dan tenaga diarahkan untuk menyejahterakan petani, semua bisa dilakukan. Kemerdekaan sejati bagi petani Manggarai bisa dicapai asal kita semua serius dan bertanggung jawab,"ujarnya.
Pernyataan Lexy dalam reses ini memperluas perspektif tentang kemerdekaan. Ia mengingatkan, bahwa peringatan kemerdekaan Indonesia tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan di lapangan.
Lebih penting dari itu, tegas Lexy, adalah memastikan bahwa masyarakat di desa-desa, terutama para petani, merasakan kemerdekaan dalam bentuk nyata: terpenuhinya kebutuhan pangan, akses pendidikan, kesehatan yang memadai, serta pendapatan yang layak. (rob)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Bentrok Antar Warga Pecah di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste di Kabupaten TTU |
|
|---|
| Gunung Lewotobi Laki-laki 4 Kali Meletus Hari Ini, Tinggi Kolom Abu Capai 2 Kilometer |
|
|---|
| Orang Tua Prada Lucky Jalani Pemeriksaan Maraton, Beberkan Jumlah Pelaku dan Tuntutan Keluarga |
|
|---|
| Polres Manggarai Timur Hadirkan Pelayanan Keliling Perpanjangan SIM |
|
|---|