Kasus Rabies di Belu
Stok Vaksin Rabies di Belu Terjamin, 17 Puskesmas Siap Tangani Gigitan Hewan
Dinas Kesehatan Kabupaten Belu memastikan stok vaksin anti rabies (VAR) dan serum anti rabies (SAR) masih mencukupi untuk kasus rabies.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/BERI-PENJELASAN-Plt-Kepala-Dinas-Kesehatan-Belu-dr-Elen-Corputty-m.jpg)
Ringkasan Berita:
- Stok vaksin dan serum rabies di Belu aman dan tersedia di semua puskesmas.
- 11 warga digigit kucing positif rabies sudah mendapat penanganan medis.
- Masyarakat diimbau hindari kontak hewan berisiko dan segera ke puskesmas bila digigit.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
TRIBUNFLORES.COM, ATAMBUA- Dinas Kesehatan Kabupaten Belu memastikan stok vaksin anti rabies (VAR) dan serum anti rabies (SAR) masih mencukupi untuk penanganan kasus gigitan hewan penular rabies.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Belu, dr. Elen Corputty, menyusul kasus gigitan kucing positif rabies yang menyerang 11 warga di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua.
dr. Elen Corputty mengatakan, saat ini stok logistik rabies masih tersedia baik di gudang farmasi Dinas Kesehatan maupun di seluruh puskesmas di Kabupaten Belu.
“Stok VAR di gudang farmasi dinas kesehatan saat ini sebanyak 1.080 dosis, sementara serum anti rabies (SAR) tersedia sekitar 30 vial,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya. Senin (16/3/2026).
Baca juga: Dinas Peternakan Belu Pastikan Kucing yang Gigit 11 Warga Atambua Positif Rabies
17 Puskesmas Jadi Posko
Ia menjelaskan seluruh 17 puskesmas di Kabupaten Belu telah dijadikan posko penanganan rabies, sehingga masyarakat yang mengalami gigitan hewan penular rabies dapat segera mendapatkan penanganan.
“Vaksin anti rabies dan serum anti rabies sudah tersedia di semua puskesmas. Jadi untuk logistik penanganan rabies di tingkat pelayanan kesehatan semuanya standby,” jelasnya.
Terkait kasus gigitan kucing di Kelurahan Manumutin, ia mengatakan sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan medis pada malam kejadian.
“Dari 11 orang yang digigit kucing, sembilan orang sudah langsung ditangani di Puskesmas Kota Atambua dan Puskesmas Ailien. Dua orang lainnya sudah ditangani lukanya tetapi belum diberikan vaksin karena tekanan darahnya masih tinggi,” katanya.
Namun pada Senin (16/3/2026), kedua korban tersebut telah mendapatkan pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kota Atambua.
Menurutnya, korban gigitan hewan penular rabies harus tetap melakukan kontrol luka serta mengikuti jadwal vaksinasi lanjutan di puskesmas.
“Pasien harus kembali kontrol ke puskesmas, minum obat sampai habis, dan mengikuti tahapan vaksinasi sesuai jadwal,” ujarnya.
Baca juga: Kucing Positif Rabies Gigit 11 Warga Kota Atambua di Belu NTT
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan rabies seperti anjing dan kucing, terutama yang menunjukkan perilaku agresif.
“Untuk hewan peliharaan sebaiknya dikandangkan atau diikat agar tidak berkeliaran,” katanya.
dr. Elen juga menjelaskan langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan jika seseorang digigit hewan yang dicurigai membawa virus rabies.