Berita Ende
Bupati Ende Sebut Lebih Baik Angkat PPPK Daripada Urus Pokir
Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda di Lantai 2 Kantor Bupati Ende, NTT.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PENYERAHAN-SK-496-tenaga-Pegawai-Pemerintah-dengan-Perjanjian-Kerja-PPPK.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Sebanyak 496 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Pemerintah Kabupaten Ende.
Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda di Lantai 2 Kantor Bupati Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu(8/10/2025) pagi.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef menyampaikan, keputusan mengangkat tenaga PPPK merupakan bentuk komitmen dan keberpihakan pemerintah daerah terhadap tenaga honorer dan kebutuhan pelayanan publik.
“Minggu ini penuh dengan drama. Hari Jumat lalu, kami mendapat kabar bahwa dana transfer ke daerah, termasuk Kabupaten Ende, mengalami pengurangan yang sangat besar. Termasuk pengurangan anggaran sebesar Rp26 miliar untuk pembiayaan pegawai PPPK,” ungkapnya.
Baca juga: Bupati Ende Ancam Pecat ASN yang Malas Masuk Kantor, Jangan Bayar Gaji Buta
Ia menjelaskan, meskipun tahun ini pemerintah daerah masih mendapat dukungan dari pemerintah pusat, namun pada tahun depan bantuan tersebut tidak akan diberikan lagi.
“Pemerintah sudah memutuskan untuk menerima 1.333 PPPK dan paruh waktu. Dengan keputusan ini, pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran Rp165 miliar untuk membiayai total 3.168 pegawai, baik PPPK maupun pegawai paruh waktu,” jelas Bupati Yosef.
Bupati Yosef menegaskan, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah lebih memilih untuk fokus mengangkat tenaga PPPK dibandingkan menggunakan dana untuk kegiatan yang dianggap kurang prioritas.
“Pemerintah lebih memilih untuk mengangkat adik-adik semua (PPPK) daripada melakukan belanja yang tidak jelas, daripada memilih urusan pokir (pokok-pokok pikiran). Karena adik-adik sekalian bisa bantu pemerintah dan menjadi keuntungan karena bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.
Keputusan untuk menerima seluruh formasi yang tersedia ini, menurut Bupati, sudah dikaji secara matang, meski sempat dipertimbangkan untuk ditunda.
“Hari Jumat saya minta dikaji dulu, diterima atau ditunda. Tapi hari Senin, saya langsung putuskan untuk diterima. Hari ini, kontrak itu resmi. Kalian semua sekarang adalah orangnya Bupati,” ujar Yosef disambut tepuk tangan para PPPK.
Sebagai aparatur yang kini resmi menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Ende, para PPPK diminta untuk menunjukkan kinerja, loyalitas, dan kedisiplinan.
Bupati menegaskan, para PPPK akan mendapatkan hak berupa gaji, tunjangan, dan cuti, namun juga wajib menjalankan kewajiban seperti jam kerja, disiplin, loyalitas kepada atasan, serta kompetensi dalam melayani masyarakat.
Untuk mendukung program strategis pemerintah pusat, Bupati mengungkapkan para PPPK akan ditempatkan di program Kopdes Merah Putih serta menjaga dan mengamankan fasilitas pemerintah serta memperkuat pelayanan di tingkat desa.
Bupati Ende Ancam Pecat ASN
Kantor Bupati Ende NTT
Bupati Ende
Yosef Benediktus Badeoda
Bupati Ende Angkat PPPK Daripada Urus Pokir
Bupati Ende Angkat PPPK
Tribun Flores.com
| Bupati Ende Ancam Pecat ASN yang Malas Masuk Kantor, Jangan Bayar Gaji Buta |
|
|---|
| Bupati Ende Bocorkan Tiga Nama Calon Dirut Perumda Tirta Kelimutu |
|
|---|
| Defisit Anggaran Mencapai Miliaran Rupiah, Bupati Ende: Akibat Salah Kelola Keuangan |
|
|---|
| Hanya Sedikit Mahasiswa yang Datang Demo, Bupati Ende: Saya Harap Tadi Ribuan, Saya Tunggu Lama |
|
|---|