Berita Ende
Rapat Paripurna Antara DPRD dan Bupati Ende Berakhir Ricuh
Rapat paripurna antara DPRD dan Bupati Ende dengan agenda interpelasi penyusunan APBD tahun 2025, Rabu (17/12/2025) di Kantor
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/rapat-dprd-ende-kaco-balo.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Rapat paripurna antara DPRD dan Bupati Ende dengan agenda interpelasi penyusunan APBD tahun 2025, Rabu (17/12/2025) di Kantor DPRD Kabupaten Ende berakhir ricuh.
Kericuhan itu bermula saat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ende, Flavianus Waro memberi kesempatan kepada fraksi-fraksi mengajukan pertanyaan kepada Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda.
Ketua Fraksi PKB, Kadir Mosabasa yang mengawali tanya jawab mengajukan pertanyaan kepada orang nomor satu di Kabupaten Ende tentang ada tidaknya perubahan dalam postur APBD tahun 2025.
Baca juga: Kantor Pertanahan Manggarai Timur Hindari Tindakan Korupsi dan Gratifikasi
"Apakah APBD tahun 2025 ada perubahan atau tidak," tanya Kadir Mosabasa yang diawali dengan sejumlah penjelasan regulasi.
Kadir Mosabasa terus meminta Bupati Yosef Badeoda menjawab pertanyaannya.
Namun, Bupati Yosef Badeoda yang duduk di meja pimpinan DPRD Kabupaten Ende berharap agar semua anggota DPRD mengajukan pertanyaan terlebih dahulu dan dijawab secara kolektif.
"Ini agenda yang disampaikan ada dua, yang pertama penyampaian pertanyaan seluruh anggota dewan, setelah itu baru tanggapan dari kepala daerah dan pemerintah, saya ingatkan pimpinan bahwa ini agenda yang perlu ditaati sehingga tidak terjadi debat kusir," tanggap Bupati Yosef Badeoda.
Atas tanggapan itu, Kadir Mosabasa tetap meminta Bupati Yosef Badeoda untuk menjawab pertanyaannya terlebih dahulu.
"APBD 2025 ada perubahan atau tidak? tanya Kadir Mosabasa.
Namun Bupati Yosef Badeoda juga tetap mempertahankan pada agenda rapat.
"Hal-hal itu akan segera saya jawab, tidak sulit, hanya saya minta," tanggapan Bupati Yosef ini kemudian langsung di sela Kadir Mosabasa dan mendesak Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda agar menjawab pertanyaannya.
Bahkan Bupati Yosef Badeoda meminta agar Kadir Mosabasa dalam menyampaikan pendapat dan pertanyaan tidak dengan nada teriak-teriak.
Pernyataan ini kemudian memantik emosi Kadir Mosabasa.