Berita Ende
Menembus Hujan, Lumpur dan Tanjakan, Umat Ende Utara Iringi Arca Bunda Maria
Umat Katolik di Pantura Ende menempuh medan ekstrem demi mengiringi Arca Bunda Maria. Perarakan “Road to Pantura”
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PERARAKAN-Perarakan-dari-Stasi-Detubela-menuju-Gereja-St-Ludgerus-Tanali.jpg)
Ringkasan Berita:
- Umat Katolik di Pantura Ende menempuh medan ekstrem demi mengiringi Arca Bunda Maria.
- Perarakan “Road to Pantura” mempererat persaudaraan antarparoki di wilayah terpencil.
- Kegiatan rohani ini menjadi sumber penguatan iman dan harapan bagi masyarakat.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Semangat iman umat Katolik di wilayah Pantai Utara Kabupaten Ende semakin bertumbuh melalui kegiatan rohani Perarakan Arca Bunda Maria “Road to Pantura” yang terus menjangkau paroki dan stasi di wilayah terpencil Keuskupan Agung Ende.
Program pastoral yang diinisiasi oleh Paul Budi Kleden ini bukan sekadar agenda devosi tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan rohani lintas paroki yang mampu mempererat persaudaraan umat Katolik di berbagai wilayah.
Tokoh adat Kampung Detubela sekaligus umat Paroki Emanuel Welamosa, Dion Dala, menilai kegiatan tersebut menjadi kekuatan baru dalam membangun solidaritas dan kebersamaan umat di tengah tantangan kehidupan masyarakat pedalaman.
Baca juga: Perarakan Arca Maria, Tradisi Iman dan Budaya Umat Katolik di Sikka NTT
Menyatukan Umat
“Ke depan, perarakan seperti ini akan semakin menyatukan umat antarparoki untuk terus saling mengunjungi, saling mengenal, dan memperkuat persaudaraan iman,” ujar Dion Dala, Jumat (22/5/2026).
Atmosfer persaudaraan itu terus terasa di setiap titik perjalanan Arca Bunda Maria, seperti yang terjadi saat umat Paroki Emanuel Welamosa melakukan kunjungan iman ke Stasi Detubela, wilayah Kuasi Paroki St. Ludgerus Tanali.
Kehadiran rombongan peziarah disambut hangat oleh masyarakat setempat sebagai bentuk nyata persekutuan umat Katolik di wilayah Pantura Ende.
Perjalanan Iman Menembus Medan Ekstrem
Perjalanan perarakan dari Stasi Detubela menuju Gereja St. Ludgerus Tanali menjadi tantangan besar bagi umat karena kondisi geografis wilayah yang berat serta cuaca ekstrem yang kerap melanda kawasan tersebut.
Jalur berlumpur, tanjakan terjal, hingga jalan rusak menjadi bagian dari perjalanan spiritual umat dalam mengiringi Arca Bunda Maria dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Meski demikian, semangat umat diyakini tidak surut. Hujan deras dan medan berat justru mempertegas makna pengorbanan serta keteguhan iman para peziarah.
“Kondisi jalan mungkin tetap berat, cuaca juga tidak selalu mendukung. Namun, demi iman dan penghormatan kepada Bunda Maria, umat pasti tetap berjalan bersama,” tutur Dion Dala penuh keyakinan.
Perjalanan dari Welamosa, Tanamera, hingga Gereja St. Ludgerus Tanali dipandang bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang memperkuat keyakinan umat Katolik di daerah terpencil.
Melalui kegiatan ini, umat Katolik di wilayah tersebut semakin merasakan kehadiran spiritual Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari. Umat di pelosok Kabupaten Ende pun semakin percaya diri dalam menghayati nilai-nilai iman Katolik.
Bagi masyarakat adat dan umat setempat, perarakan tersebut menjadi simbol persatuan sekaligus sumber penguatan rohani di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi.
“Kehadiran Bunda Maria di tengah umat akan terus memberi kekuatan dan harapan baru bagi masyarakat,” ungkap Dion.