Jumat, 5 Juni 2026

Aktivitas Gunung Lewotobi Laki laki

Status Awas, Gunung Lewotobi Laki-laki 10 kali Tremor Non-Harmonik

Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami 10 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 3.7-7.4 mm, dan lama gempa 61-136 detik, Senin (8/9/2025).

Tayang:
Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto Status Awas, Gunung Lewotobi Laki-laki 10 kali Tremor Non-Harmonik
TRIBUNFLORES.COM/HO-POSMAT GA LEWOTOBI LAKI-LAKI
GUNUNG API- Gunung Lewotobi Laki-laki tampak tertutup labut 0-I hingga tertutup kabut 0-II, Senin (8/9/2025). Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah barat dan barat laut. 

Berdasarkan data kegempaan, terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada gempa tremor harmonik dan gempa vulkanik dalam. Hal ini mengindikasikan adanya suplai magma baru di kedalaman serta migrasi magma dari zona dangkal menuju permukaan, meskipun pergerakannya relatif lambat.

Selama periode 30 Agustus - 6 September G. Lewotobi Laki-laki belum terjadi erupsi, hal ini menunjukkan adanya sumbatan pada saluran magma (conduit). 

Kondisi tersebut menyebabkan suplai magma terhambat, sehingga kegempaan meningkat tanpa pelepasan energi berupa erupsi. 

Akumulasi tekanan ini berpotensi memicu erupsi eksplosif. Selain itu, pada 5 September 2025 terekam gempa vulkanik dangkal, yang sebenarnya jarang terjadi di G. Lewotobi Laki-laki karena sistem G. Lewotobi Laki-laki “open system”, material dari dalam dapat bergerak ke permukaan tanpa hambatan.

Pemantauan deformasi dengan tiltmeter selama satu minggu terakhir menunjukkan adanya pola inflasi atau pengembungan tubuh gunung secara perlahan. 

Kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi memicu erupsi. Sementara itu, data GNSS justru menunjukkan kecenderungan deflasi, yang mengindikasikan aktivitas vulkanik lebih dominan terjadi pada kedalaman dangkal.

Imbauan

Terhitung Sejak Sabtu, 6 September 2025 pukul 10.00 Wita dengan rekomendasi sebagai berikut : 

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dan sektoral barat daya - timur laut 7 km dari pusat erupsi, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

Warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan. 

Abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki juga dapat mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan apabila sebarannya mengarah ke area bandara dan jalur perlintasan pesawat.

Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi.
 
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved