Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Gunung Kelimutu Ende

Pertanda ‘Ju Mai’ Gunung Kelimutu Naik Status Normal ke Waspada

Status waspada Gunung Kelimutu dari normal dipercaya komunitas adat setempat ada sesuatu yang salah dan dilanggar telah terjadi di Danau Kelimutu.

Tayang:
Penulis: Egy Moa | Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Pertanda ‘Ju Mai’ Gunung Kelimutu Naik Status Normal ke Waspada
TRIBUNFLORES.COM/HO-PETUGAS BALAI TN KELIMUTU
GUNUNG KELIMUTU- Lanskap Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Mei 2024. 

TRIBUNFLORES.COM, ENDE-Perubahan aktivitas Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores dari status normal ke status waspada, sejak Jumat 24 Mei 2024 memberi peringatan bahwa ada sesuatu yang salah dilakukan di kawasan Danau Kelimutu yang dipercaya menjadi pusat hunian roh nenek moyang warga setempat.

“Kami menyebutnya ‘ju mai’ artinya penyakit datang. Kejadianya hampir sama ketika Covid-19 tahun 2012. Muncul wabah penyakit,” kata Mosalaki Pu’u Desa Nua Ria, Kecamatan Kelimutu, Bonevasius Kaki Ndopo, dihubungi TribunFlores.com, Sabtu pagi 25 Mei 2024.

Bagi komunitas Adat Kelimutu, kata Bonevasius, perubahan status gunung dipercaya semata-mata karena relasi yang salah antara manusia dengan alam. Sikap dan tindakan yang salah mengundang murka alam.

Bonevasius menegaskaan, komunitas adat tidak mempertentangkan aspek ilmu pengetahuan mengenai aktivitas Gunung Kelimutu dengan ritus adat merupakan dua hal yang berbeda.

Baca juga: Gunung Kelimutu Ende Meletus Pertama Tahun 1867, Interval Erupsi Berkisar 1-73 Tahun

 

Dia menduga ulah manusia terutama wisatawan yang tidak selaras alam, melakukan tindakan yang dilarang. Tidak mematuhi larang-larangan adat setempat yang mengotori kawasan danau.

“Tindakan wisatawan yang mungkin tidak sengaja menginjak batu di lokasi Pati Ka (Mesbah memberi makan arwah leluhur). Ada salah kata  yang diucapkan waktu  berada di danau. Mungkin juga ada yang berzinah di kawasan danau. Saya harus ingatkan. Alam dan roh nenek moyang murka,” kata Bonevasius.

Kawasan Danau Kelimutu, kata Bonevasius dipercaya merupakan tempat yang sakral, tempat tinggal arwah nenek moyang yang telah meninggal dunia. Ketika wisatawan atau turis yang tidak mengerti tata krama melakukan  tindakan yang salah mengotorinya, alam akan marah.

“Itu terlihat dari aktivitas saat ini di Gunung Kelimutu,” tandas Bonevasius.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sebelum Naik Status, Air Danau Ata Polo di Gunung Kelimutu Berubah Warna Hitam

Untuk membersihkan kembali hal yang salah itu dilakukan pembersihan dan pemulihan yang bisa dilaksakana oleh tua adat di Desa Pemo, wilayah terdekat ke kawasan danau.

“Saya sarankan dilakukan ritus lagi untuk mengembalikannya. Bagi kami ada sesuatu yang salah dilakukan oleh manusia terhadap alam,” imbuh Bonevasius.

Diberitakan sebelumnya, hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas Gunung Kelimutu dinaikkan dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 24 Mei pukul 13.00 WITA 

Siaran pers yang diterima TribunFlores.com, Jumat, 24 Mei 2024 malam menegaskan dalam tingkat aktivitas Level II maka masyarakat/pengunjung di sekitar Gunung Kelimutu agar tidak berada di sekitar area kawah dalam radius 250 m dari tepi kawah.

Baca juga: Aktivitas Gunung Kelimutu Normal Meski Air Danau Berubah Warna

Pemantauan secara intensif untuk mengevaluasi aktivitas Gunung Kelimutu tetap dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 

Masyarakat di sekitar Gunung Kelimutu agar tetap tenang tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Kelimutu 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved