Gunung Lewotolok Status Siaga
Gunung Lewotolok Lembata Level II, Alami 78 Kali Gempa Letusan 168 Hembusan
Gunung Lewotolok Lembata Level II, Alami 78 Kali Gempa Letusan 168 Hembusan.Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau Siaga.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gunung-Lewotolok-Lembata-Level-II-Alami-78-Kali-Gempa-Letusan-168-Hembusan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Status Level III (Siaga) dengan aktivitas gempa letusan dan hembusan cukup tinggi dalam 24 jam terakhir.
- Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 2 km serta sektoral 2,5 km (selatan, tenggara, dan barat).
- Warga diminta waspada potensi guguran lava, abu vulkanik, dan lahar, serta menggunakan masker pelindung.
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung 24 jam terakhir, Minggu (1/3/2026) pukul 00.00 -24.00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau Siaga.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur,"tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id Senin (2/3/2026).
Sementara berdasarkan pengamatan klimatologi Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara sekitar 27-30°C.
Baca juga: Ibu Korban Pembunuhan Kecewa Terhadap Polres Sikka, Maria: Mungkin Kami Miskin dan Bodoh
Gempa Letusan
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan, gunung Lewotolok 78 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 15.2-34 mm, dan lama gempa 32-34 detik.
168 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2.9-13.4 mm, dan lama gempa 25-27 detik.
2 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 6.3-7.5 mm, dan lama gempa 133-189 detik.
1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 16.8 mm, S-P 0.5 detik dan lama gempa 13 detik.
1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 9.9 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 89 detik.
Rekomendasi
Pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News