Selasa, 21 April 2026

Gempa di Flores Timur

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Flores Timur, Arief: Aktifitas Sesar Aktif

Gempa M4,7 di Larantuka disebabkan aktivitas sesar aktif dan termasuk gempa dangkal (5 km).

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan

Ringkasan Berita:
  • Gempa M4,7 di Larantuka disebabkan aktivitas sesar aktif dan termasuk gempa dangkal (5 km).
  • Getaran terasa di Flores Timur & Lembata, disertai 48 gempa susulan.
  • Dampak: sekitar 150 rumah rusak, 20 warga luka, banyak warga mengungsi/tidur di luar rumah.

TRIBUNFLORES.COM, ADONARA- Gempa bumi magnitudo 4,7 yang mengguncang wilayah Larantuka di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (9/4/2026) pukul 00.17 Wita, tergolong dangkal.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama mengatakan, episenter gempa yang terjadi sekitar pukul 00.17 Wita itu terletak di koordinat 8.36 derajat Lintang Selatan dan 123.15 derajat Bujur Timur.

Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 21 kilometer tenggara Larantuka-NTT dengan kedalaman 5 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas sesar aktif," jelas Arief, dikutip TRIBUNFLORES.COM dari Kompas.com Jumat (10/4/2026).

Baca juga: 139 Rumah dan Fasum di Desa Terong Flores Timur Rusak Akibat Gempa

Gempa Dirasakan di Flores Timur dan Lembata

Arief menyampaikan, berdasarkan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah seperti:

Flores Timur (Flotim) dengan intensitas III–IV MMI
Lembata dengan intensitas III MMI.

"Getaran dirasakan nyata oleh beberapa orang seperti ada truk berlalu," katanya.

Hingga pukul 05.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 48 aktivitas gempa bumi susulan atau aaftershock.

Tidur di Luar Rumah

Sementara itu, warga Dusun 3 Ebbo di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, mendirikan tenda darurat di luar rumah pasca gempa Magnitudo 4,7, Kamis (9/4/2026) dini hari.

Ria, warga Dusun3 Ebbo Desa Terong mengungkapkan getaran gempa yang terjadi Kamis dini hari membuat warga lari ke luar dari rumah.  

Dia menyebut pasca gempa Mangnitudo 4,7, terjadi gempa susulan. Ia dan warga lainnya memilih bertahan di luar rumah hingga pagi dengan membentang tikar dan kasur lipat.

"Kejadian begitu cepat. Guncangan sekitar jam 12 lewat membuat kami langsung berhamburan keluar rumah. Kami memutuskan tetap di luar, hanya masuk sebentar untuk ambil tikar dan kasur lipat," ujar Ria, Kamis (9/4/2026).

Rian menambahkan, meski dampak di wilayahnya tidak separah Dusun 1 Aukoli, namun warga tetap waspada. 

"Tidak ada korban jiwa, luka-luka ada beberapa. Ibu hamil dan bayi masih duduk di depan halaman rumah," ungkap Rian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang warga dilaporkan sempat pingsan akibat tertimpa lemari saat guncangan terjadi, namun telah dievakuasi oleh warga lainnya.

Baca juga: Kesaksian Warga : Kami Trauma Gempa, Kami Tidur di Luar Rumah Beralaskan Terpal dan Tikar

Catatan Gempa

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved