Jumat, 1 Mei 2026

Misa Hari Minggu

Teks Misa Adven IV Minggu 21 Desember 2025 dan Renungan Harian Katolik

Teks misa Adven IV lengkap renungan harian Katolik. Teks misa Adven IV untuk hari biasa pekan IV adven tahun A jelang Natal 2025.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Teks Misa Adven IV Minggu 21 Desember 2025 dan Renungan Harian Katolik
TRIBUNFLORES.COM / HO-CICI DARUS
GEREJA ROH KUDUS MATALOKO - Gereja Paroki Roh Kudus Mataloko di Ngada, NTT.Mari simak teks misa Adven IV Minggu 21 Desember 2025. Teks misa Adven IV lengkap renungan harian Katolik. Teks misa Adven IV disiapkan untuk hari biasa pekan IV adven tahun A jelang Natal 2025. 

11.  RENUNGAN SINGKAT 

Kisah kelahiran Yesus Kristus sungguh-sungguh diatur dengan baik oleh Tuhan. Semuanya direncanakan dengan rapi oleh Tuhan. Dalam bacaan Injil tadi kita mendengarkan kisah tentang  Yusuf, tunangan Maria, yang hendak menceraikan Maria karena ternyata Maria sudah mengandung dan bukan dari dirinya. Kita dalami kisah ini demi meningkatkan iman kita.  Pertama, rencana Tuhan itu kadang kala di luar nalar manusia. Dalam Injil dikisahkan tentang Yusuf yang tulus dan jujur. Ketika tahu bahwa Maria mengandung bukan dari dirinya, maka hal yang amat wajar dibuat oleh seorang lelaki adalah menghargai pilihan wanita itu agar ia menikah dengan pilihan hatinya. Yusuf, dengan penuh hormat kepada Maria, tidak mau mencemarkan nama baik Maria. Ia melakukannya 
secara diam-diam, tidak dengan kehebohan atau menuntutnya di depan umum. Ini niat yang baik. Namun, semua rencananya itu dibatalkan karena ia diberitahu dalam mimpi bahwa Tuhan sedang 
melaksanakan karya agung-Nya melalui keluarga kecil ini. Inilah yang menguatkan Yusuf dan ia kemudian memilih untuk tetap berjalan bersama Bunda Maria.  Kadang kala rencana Tuhan itu tidak kita mengerti. Hanya orang yang percaya dan dekat dengan Tuhan, entah melalui doa ataupun melalui permenungan, akan bisa menangkap maksud atau rencana Tuhan. Yusuf adalah seorang yang tulus hati dan ia terbuka terhadap kata-kata Malaikat yang muncul dalam mimpi. Momen mimpi bisa dipahami sebagai kejadian riil bermimpi, tetapi juga bisa dipahami sebagai momen pribadi menjumpai Tuhan. Ketika bermimpi, orang itu sendiri yang bermimpi. Ia tidak mimpi beramai-ramai. Menjumpai Tuhan adalah hal yang pribadi, dan dalam perjumpaan pribadi itu orang bisa memahami rencana atau maksud Tuhan. Kisah Yusuf ini mengajarkan kita untuk tidak serta menolak hal yang tidak kita mengerti. Kita diajak untuk merenungkannya di hadapan Tuhan, karenabisa jadi Tuhan sedang berkarya melalui diri kita.  Kedua, rencana Tuhan itu membutuhkan kerja sama dari pihak manusia. Yusuf memiliki rencananya sendiri yaitu meninggalkan Bunda Maria. Sedangkan Tuhan memiliki rencana agar Yusuf bisa mendampingi Bunda Maria sehingga karya agung-Nya bisa terlaksana. Yusuf akhirnya meninggalkan rencananya dan mengikuti rencana Tuhan. Ia terlibat dalam rencana besar Tuhan untuk menyelamatkan dunia. Meskipun tugas ini kelihatannya sederhana, namun, dijalaninya dengan sungguh-sungguh.  Setiap kita pasti diutus Tuhan untuk melaksanakan rencana agung-Nya. Mungkin kita tidak menyadarinya karena tugas kita amatlah sederhana. Bahkan mungkin kehadiran kita tidak diperhitungkan oleh banyak orang. Namun, sekecil apa pun peranan yang kita jalani dalam hidup kita, jika kita mendengarkan rencana Tuhan, maka kita sebenarnya sedang terlibat dalam rencana besar Tuhan. Tuhan memakai setiap kita untuk maksud-Nya yang besar. Karena itu, mari kita bergandengan tangan, saling menolong, dan mendukung, agar rencana Tuhan terjadi dalam hidup kita dan melalui hidup dan perutusan kita, baik di dalam keluarga maupun di dalam masyarakat. Selamat menjadi Yusuf-Yusuf di dalam hidup kita.  

12.  HENING SEJENAK 

13.  SYAHADAT  

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa….. 

14.  DOA UMAT  

P : Saudara-saudari yang terkasih, betapa besar cinta kasih Allah kepada kita, sehingga Ia rela 
mengutus Putra-Nya yang tunggal untuk menjadi manusia. Marilah kita bersukacita dalam Tuhan dan dengan gembira menyampaikan doa permohonan kepada-Nya.  
P : Bagi Gereja Kudus. Semoga Gereja menjadi tanda kasih Allah di tengah dunia yang diliputi kegelapan dosa dan kuasa kejahatan. Marilah kita mohon…  
P : Bagi kepeningan masyarakat. Semoga misteri penjelmaan Allah menjadi manusia menyadarkan umat manusia akan keluhuran pribadi-Nya sehingga menggerakkan hati setiap orang untuk saling menghargai dan menghormati dalam cinta kasih. Marilah kita mohon… 
P : Bagi semua orang yang ditimpa kemalangan dan penderitaan. Semoga berkat belas kasih Allah 
dan perhatian sesama, mereka ditopang oleh harapan yang pasti akan nilai-nilai kebaikan yang menyelamatkan. Marilah kita mohon…  
P : Bagi kita yang hadir di sini. Semoga kita mampu membuka diri bagi Sabda Allah dan mengikuti teladan hidup Bunda Maria dan Yusuf, suaminya, yang selalu taat dan setia kepada kehendak Allah. Marilah kita mohon… 
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.  
[hening sejenak lalu lanjut]. 
P : Demikianlah ya Tuhan, Allah kami yang maha pengasih, doa-doa yang kami sampaikan dengan 
rendah hati. Semoga Engkau berkenan mendengarkan dan mengabulkannya karena Kristus Tuhan kami.  
U : Amin 

15. KOLEKTE  

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.  

16.  DOA PUJIAN  

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]  

P :  Saudara-saudari terkasih, Yesus Kristus, Sang Juru selamat, telah lahir. Dialah Allah yang menjadi 
manusia. Di tengah malam sunyi terpancarlah cahaya dan bersinarlah semarak ilahi di dunia. Maka bersama para malaikat dan para gembala di padang, marilah kita bergembira, dan memuliakan Allah dengan berseru (menyanyikan): Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya. 
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya. 
P : Ya Allah yang mahakuasa, Bapa yang setia dan murah hati. Para perayaan malam Natal ini secara 
khusus kami hendak memuji Engkau, sebab Yesus Kristus telah lahir di dunia dan rela menjadi manusia. Maka kami berseru: 
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya. 
P : Ia rela menanggalkan kemuliaan surgawi yang dimiliki-Nya, untuk menjadi manusia, sama seperti 
kami. Ia lahir sebagai manusia dan menjadi Saudara kami. Dalam Dia, kami Engkau angkat menjadi putra-putri-Mu yang terkasih. Maka kami berseru: 
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya. 
P : Dia telah Engkau utus membuka bagi kami jalan menuju kebahagiaan kekal. Melalui Dia, Engkau 
membawa damai dan sejahtera kepada kami dan kepada seluruh dunia. Maka kami berseru: 
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya. 
P : Melalui dan di dalam Dia, Engkau mengunjungi dan hadir senantiasa dalam hidup kami. Dia memanggil dan menghimpun kami menjadi Gereja, tanda kehadiran-Mu yang menyelamatkan dunia. Maka kami berseru: 
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya. 
P : Oleh sebab itu, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup 
setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi Mu sambil berseru: 

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur atau Gloria in excelsis Deo] 

Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).  

17A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri. 

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak] 

18A. BAPA KAMI      

Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah 
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah 
masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai. 

19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut: 

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.  Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: 
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  

Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:

Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. 

Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama. 

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan 
sembuh.  Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata: 
P : Tubuh Kristus. 
U : Amin. 

Peznyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ----------------------------------------------------------

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita 
menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing. 

18B. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  
Dapat dilaksanakan Salam Damai.  

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja. 

19B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:  
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita. 
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. 

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau 
kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).  

[hening sejenak] 

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku 
sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak] 
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.  Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:  

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
U  : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.  
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.  
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Masa Adven. 

20.  MENDARASKAN MAZMUR 118:1-16  

[Bisa dibacakan bergantian oleh dua orang atau dua kelompok] 

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! 
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 
Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" 
Biarlah kaum Harun berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" 
Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: 
"Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya!" 

Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. 
TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. 

TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 
TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku. 
Lebih baik berlindung pada TUHAN  dari pada percaya kepada manusia. 
Lebih baik berlindung pada TUHAN  dari pada percaya kepada para bangsawan. 
Segala bangsa mengelilingi aku demi nama 
TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur. 
Mereka mengelilingi aku, ya mengelilingi aku demi nama TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka 
mundur. 
Mereka mengelilingi aku seperti lebah, mereka menyala-nyala seperti api duri, demi nama 
TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur. 
Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh,  tetapi TUHAN menolong aku. 
TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku;  
Ia telah menjadi keselamatanku. 
Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan 
keperkasaan, tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. 

21.  AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari terkasih, Yusuf yang semula ingin meninggalkan Maria, akhirnya menerima 
Maria dan berjalan bersama Maria, mempersiapkan kedatangan Tuhan. Saat Natal kian dekat. Mari kita tinggalkan kesibukan kita yang amat menyita perhatian dan persiapan kita menyambut kedatangan Tuhan. Bersama dengan semua jemaat yang lain, kita pun berjalan bersama Bunda Maria, menantikan kelahiran Yesus Tuhan kita.  

22.  DOA PENUTUP  

P : Marilah kita berdoa,  Allah yang kekal dan kuasa, Engkau telah menjanjikan datangnya Immanuel, yang berjalan bersama kami. Semoga kami selalu membuka hati kami agar ia layak menjadi tempat bagi kelahiran Yesus Putra-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang 
hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. 
U : Amin 

23.  MOHON BERKAT TUHAN  

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.  
[hening sejenak] 

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup 
yang kekal.  [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]  

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.  

U : Amin.  
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.  
U  : Syukur kepada Allah.  

24.  PENGUTUSAN  

P : Marilah pergi, kita diutus. 
U  : Amin.  

25.  LAGU PENUTUP.

(Sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved