Selasa, 5 Mei 2026

Berita Manggarai Barat

Catatan Kritis Presidium KOPEARAD Manggarai Barat Pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025

Ketua Presidium Komunitas Pemuda Anti Radikalisme Manggarai Barat (KOPEARAD MABAR), Itho Umar mengutarakan beberapa refleksi kritis

Tayang:
zoom-inlihat foto Catatan Kritis Presidium KOPEARAD Manggarai Barat Pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025
TRIBUNFLORES.COM/HO-DOK PRIBADI
Ketua Presidium Komunitas Pemuda Anti Radikalisme Manggarai Barat (KOPEARAD MABAR) Itho Umar. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales 

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Ketua Presidium Komunitas Pemuda Anti Radikalisme Manggarai Barat (KOPEARAD MABAR), Itho Umar mengutarakan beberapa refleksi kritis dalam memperingati hari Sumpah Pemuda tahun 2025.

Itho Umar menerangkan, Manggarai Barat yang memiliki banyak kandungan aset atau potensi lokal merupakan sebuah anugerah yang mesti dikelola agar berdaya guna bagi kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat. 

"Perlu diingat bahwa label Super Premium bisa mendatangkan berkah bisa juga melahirkan bencana. Dalam hal ini, peran pemuda sangat berpengaruh dalam menentukan arah Pembangunan daerah, oleh karena itu, pemuda diharuskan menjadi pembawa solusi atau yang sering disebut problem solver dari persoalan yang ada," tegas Itho Umar, saat ditemui TRIBUNFLORES.COM, Selasa (28/10/2025).

 

Baca juga: Polres Manggarai Bersama Buruh dan Ojol Peringati Hari Sumpah Pemuda

 

 

Menurutnya, di era kekinian, masyarakat diperhadapkan dengan erupsi global dimana percepatan integrasi dunia di berbagai bidang seperti bidang ekonomi, budaya, dan teknologi sangat berpengaruh dan berdampak destruktif bagi Masyarakat terkhususnya generasi muda. 

"Pemuda memiliki peran ganda, di satu sisi sebagai korban atau pihak yang rentan dan di sisi lain sebagai aktor utama," tegasnya.

Lebih lanjut, Itho Umar menerangkan, globalisasi menghadirkan tantangan sosial dan mental yang mempengaruhi identitas dan eksistensi pemuda itu sendiri diantaranya, pertama, krisis Identitas dan Budaya yang berpotensi menyebabkan degradasi atau tergerusnya nilai-nilai lokal dan kearifan tradisional.

Kedua, bahaya Individualisme dan Hedonisme kian membayangi kehidupan kita, yang pada akhirnya dapat menggantikan semangat gotong royong dan kolektivisme yang ada dalam budaya lokal. 

Ketiga, kesenjangan Digital dan Akses Ekonomi yang berdampak pada kesulitan bersaing di pasar kerja global. Keempat, penyebaran hoaks dan radikalisme akan menggerogoti persatuan dan toleransi nasional 

"Dalam menghadapi kenyataan ini pemuda dituntut untuk menjadi salah satu kelompok penentu yang memainkan peran kunci dalam membingkai dan merumuskan langkah strategis yang solutif," tutur Itho Umar.

Dalam kesempatan ini, Itho Umar merunutkan beberapa hal solutif. Pertama, membangun ketahanan budaya, dimana pemuda harus menjadi pelopor dan promotor budaya digital yang mendikan teknologi Sebagai media promosi, propaganda nilai budaya dan potensi kearifan lokal lainnya.

"Mempersiapkan diri sebagai sebagai aktor yang memiliki kompetensi global melalui penguasaan hard skill dan soft skill serta daya inovasi dan kewirausahaan. Dengan demikian Kita Pemuda layak menjadi produsen, bukan sekadar konsumen teknologi global," tegas Itho Umar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved