Berita Manggarai Timur
dr. Stevi Harman Bantu Nelayan Sambi Rampas, Percepat Dokumen Kapal dan Akses BBM Bersubsidi
“Masalahnya bukan pada nelayannya, tapi pada sistem yang terlalu rumit. Negara harus hadir memastikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Nelayan-Sambi-Rampas-Manggarai-3.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Selama tiga tahun terakhir, aktivitas melaut di pesisir Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, nyaris terhenti. Bukan karena cuaca buruk atau hasil tangkapan yang menurun, melainkan karena ratusan nelayan setempat tidak memiliki dokumen resmi kapal yang menjadi syarat utama untuk membeli BBM bersubsidi.
Tanpa dokumen seperti Pas Kecil dan E-BKP (Elektronik Buku Kapal Perikanan), nelayan tidak bisa mendapatkan rekomendasi pembelian solar dari BPH Migas. Akibatnya, perahu-perahu mereka lebih sering terparkir di darat daripada melaut.
Kondisi ini akhirnya mendapat perhatian serius dari dua legislator asal NTT, Dr. Benny K. Harman dan dr. Stevi Harman. Bersama anggota DPRD Manggarai Timur, Nurkholis, mereka turun tangan membantu proses pengurusan dokumen kapal bagi para nelayan.
Melalui koordinasi dengan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Marpokot, dr. Stevi mengupayakan agar tim pengukur kapal dikirim langsung ke Sambi Rampas. Langkah ini sangat membantu, mengingat selama ini nelayan harus menanggung biaya tinggi untuk mendatangkan petugas dari luar daerah.
Baca juga: Perkuat Kerukunan, FKUB Manggarai Timur Bentuk Kampung Toleransi di Ranamese
“Masalahnya bukan pada nelayannya, tapi pada sistem yang terlalu rumit. Negara harus hadir memastikan akses energi bagi kelompok kecil seperti mereka,” ujar dr. Stevi saat ditemui di Sambi Rampas, Jumat (18/10).
Hingga saat ini, lebih dari 100 kapal nelayan sedang dalam proses pengukuran untuk penerbitan dokumen resmi. Tidak hanya memfasilitasi secara administratif, dr. Stevi dan BKH juga menanggung seluruh biaya pengurusan dokumen, agar nelayan tidak terbebani.
Masalah Struktural dan Absennya Negara di Lapangan
Dr. Stevi menegaskan bahwa kesulitan nelayan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kebijakan struktural dan birokrasi yang belum berpihak pada masyarakat pesisir.
“Negara sering kali hadir hanya dalam bentuk aturan, tapi absen di lapangan. Ketika birokrasi jadi penghalang, nelayan kehilangan ruang untuk bekerja dan hidup,” tegasnya.
“Kita bicara kedaulatan maritim, tapi nelayan kecil bahkan tidak bisa membeli solar untuk melaut. Ini harus dibenahi dari hulunya,” tambah Stevi.
Ketiadaan Syahbandar Hambat Layanan
Menurut anggota DPRD Manggarai Timur, Nurkholis, kendala utama selama ini adalah belum adanya syahbandar di wilayah tersebut. SPBU di Pota pun tidak bisa melayani pembelian BBM bersubsidi karena nelayan tidak memiliki rekomendasi dari instansi terkait.
| Perkuat Kerukunan, FKUB Manggarai Timur Bentuk Kampung Toleransi di Ranamese |
|
|---|
| Sensasi Arung Jeram Desa Wisata Golo Loni, Menyusuri Sungai di Ranamese Manggarai Timur |
|
|---|
| Sensasi Terbang di Atas Sawah, Wahana Flying Fox di Desa Wisata Golo Loni Manggarai Timur |
|
|---|
| Warga 13 Desa dan 1 Kelurahan di Elar Selatan Manggarai Timur Belum Ada Sinyal |
|
|---|
| HUT TNI ke-80, Bupati Manggarai dan Manggarai Timur Apresiasi TNI dan Tegaskan Sinergi |
|
|---|