Kamis, 4 Juni 2026

Berita Manggarai Barat

Dinkes Manggarai Timur Catat 13 Kasus DBD hingga April 2026, Tidak Ada Kematian

Ia menjelaskan, sejak Mei 2026 hingga saat ini tidak ditemukan lagi kasus baru DBD di wilayah Manggarai Timur. Kasus terbanyak sebelumnya

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Dinkes Manggarai Timur Catat 13 Kasus DBD hingga April 2026, Tidak Ada Kematian
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/ROBERT ROPO
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Dokter Surip Tintin. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Timur mencatat sebanyak 13 kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga April 2026. Kasus tersebut terdiri dari 10 kasus demam dengue (DD) dan 3 kasus DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, dr. Surip Tintin, mengatakan seluruh kasus tersebut berhasil ditangani dengan baik dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kasus terakhir sampai April 2026 sebanyak 13 kasus, terdiri dari DD dan DBD. Semua pasien sudah ditangani dengan baik,” ujarnya kepada TRIBUNFLORES.COM, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, sejak Mei 2026 hingga saat ini tidak ditemukan lagi kasus baru DBD di wilayah Manggarai Timur. Kasus terbanyak sebelumnya tercatat di wilayah kerja Puskesmas Sampek, Kecamatan Lamba Leda Utara.

 

Baca juga: Kasus Korupsi Kapal Bantuan Kemensos, Polres Ende Dalami Keterlibatan Oknum Pejabat di Ende 

 

 

Menurutnya, secara umum terjadi penurunan kasus DBD dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam upaya pengendalian penyakit tersebut di daerah.

Meski demikian, dr. Surip menilai kasus DBD masih dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri, serta belum optimalnya peran kader juru pemantau jentik (jumantik) di tingkat rumah tangga.

Ia pun mengimbau seluruh kepala puskesmas untuk rutin melakukan PSN setiap minggu, serta mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan.

“PSN sangat efektif untuk menekan angka kasus DBD, dan ini harus dilakukan secara mandiri maupun bersama dengan pendampingan puskesmas dan lintas sektor,” tegasnya.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved