Unika Santu Paulus Ruteng
Mahasiswa KKN Unika Ruteng Gelar Penyuluhan Bahaya Pernikahan Dini di SMAS St. Maria Iteng
“Menikah terlalu muda dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, terutama bagi perempuan, meningkatkan risiko
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Mahasiswa-KKN-Pelatihan-Unika.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus mengadakan kegiatan penyuluhan tentang pernikahan dini di SMA St. Maria Iteng, Jumat, 12 September 2025.
Kegiatan ini dibawakan oleh 3 mahasiswa KKN yakni Sr. Atind Ursula (sebagai pemateri), Adriana Jeniman (moderator) dan Patricia Nadia (Sie Dokumentasi) serta kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X hingga XII SMA St. Maria Iteng.
Materi yang disampaikan menekankan tentang pengertian pernikahan dini, usia yang ideal untuk menikah, serta dampak negatif yang dapat timbul apabila seseorang menikah terlalu muda.
Sr. Atin menjelaskan bahwa pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh anak atau remaja yang belum cukup umur.
Baca juga: BEM FKIP Unika Santu Paulus Ruteng Periode 2025/2026 Resmi Dilantik, Dekan Ingatkan Peran Strategis
“Pernikahan sebaiknya dilakukan ketika seseorang sudah matang secara usia, fisik, dan mental. Usia yang lebih sesuai untuk menikah adalah setelah 20 tahun ke atas, karena pada usia tersebut seseorang biasanya lebih siap menghadapi tanggung jawab rumah tangga,” terangnya.
Ia juga mengingatkan bahaya dari pernikahan dini, mulai dari risiko kesehatan hingga masalah sosial.
“Menikah terlalu muda dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, terutama bagi perempuan, meningkatkan risiko putus sekolah, dan menimbulkan kesulitan ekonomi karena belum siap mandiri,” tambahnya.
Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai dampak negatif dari pernikahan dini, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun masa depan mereka. Penyuluhan berlangsung dalam suasana interaktif.
Menurut pihak sekolah yang diwakili oleh kepala sekolah yakni RD. Venansius Gusman mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak zaman sekarang, karena sejauh ini tingkat pernikahan dini sudah marak terjadi khususnya di tingkat SMA.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian mahasiswa UNIKA St. Paulus terhadap generasi muda agar lebih siap menghadapi masa depan dan tidak terjebak pada risiko pernikahan dini.
Di akhir acara, salah satu siswa SMA, bernama Josua, menyampaikan kesannya.
“Kami merasa sangat beruntung bisa ikut kegiatan ini. Terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa yang sudah membagikan materi yang begitu bermanfaat untuk kami. Banyak hal baru yang kami dapatkan dan ini pasti berguna untuk kehidupan kami ke depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 2025 berharap para siswa SMA dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, membuat keputusan yang tepat, serta mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Dengan begitu, tercipta generasi muda yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab. (Sr. Atind Ursula).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Unika Santu Paulus Ruteng
Penyuluhan Bahaya Pernikahan Dini
SMAS Santa Maria Iteng
TribunFlores.com
| BEM FKIP Unika Santu Paulus Ruteng Periode 2025/2026 Resmi Dilantik, Dekan Ingatkan Peran Strategis |
|
|---|
| Kementerian HAM akan Bangun Pusat Studi HAM di Unika Santu Paulus Ruteng |
|
|---|
| Cegah Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Ruteng Gelar Sosialisasi di SDI Rapas |
|
|---|
| Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Ruteng Hadiri Peletakan Batu Pertama Rumah Gendang Ru'a |
|
|---|
| Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng KKN di Desa Perak Manggarai, Kades Mengaku Senang |
|
|---|