Unika Santu Paulus Ruteng
Pelestarian Budaya Manggarai Hadapi Tantangan Globalisasi dan Teknologi
Pelaku pariwisata setempat, Oswin Arianto Veja, menilai budaya lokal di Flores justru menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Narasumber-dan-mahasiswa.jpg)
Ringkasan Berita:Pelaku pariwisata setempat, Oswin Arianto Veja, menilai budaya lokal di Flores justru menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
Nama Penulis
1. Yulia A. Sanjaya
2. Ursula Ebidoyo Sarden
3. Kalista Astuti Sanjung
TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian pesat membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk terhadap keberlangsungan budaya lokal. Di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, berbagai upaya pelestarian budaya terus dilakukan agar warisan leluhur tetap terjaga di tengah modernisasi.
Pelaku pariwisata setempat, Oswin Arianto Veja, menilai budaya lokal di Flores justru menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
Menurutnya, wisatawan, khususnya dari Eropa seperti Prancis, menunjukkan minat besar terhadap pengalaman budaya autentik.
“Wisatawan sangat tertarik melihat langsung tradisi seperti caci dan tarian adat. Mereka ingin merasakan pengalaman budaya secara langsung,” ujarnya.
Baca juga: Mahasiswa PBSI Unika Santu Paulus Ruteng Tuntaskan Masa Magang di SMK Swasta St. Aloisius
Oswin juga aktif memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan budaya Manggarai melalui konten video dan vlog. Ia menilai teknologi digital memiliki peran strategis dalam memperkenalkan budaya lokal ke tingkat global sekaligus menarik minat generasi muda.
“Lewat media sosial, orang bisa tahu bahwa Flores bukan hanya soal alam, tetapi juga kaya budaya, mulai dari kampung adat hingga tradisi tahunan,” katanya.
Berdasarkan pengalamannya, respons wisatawan terhadap budaya lokal sangat positif. Ia memperkirakan sekitar 80 persen wisatawan memberikan apresiasi tinggi terhadap masyarakat yang masih mempertahankan tradisi di tengah perkembangan zaman.
Kondisi ini dinilai menjadi peluang besar dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.