Senin, 11 Mei 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

UKM Literasi Unika Santu Paulus Ruteng Seminar Ilmiah Peran Bahasa dan Sastra

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi Sastra Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menggelar seminar ilmiah siswa di kampus.

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto UKM Literasi Unika Santu Paulus Ruteng Seminar Ilmiah Peran Bahasa dan Sastra
TRIBUNFLORES.COM/HO-HUMAS UNIKA RUTENG
KAMPUS - Gedung Kampus Unika Ruteng di Manggarai, Flores, NTT. Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng 

Ringkasan Berita:Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi Sastra Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menggelar seminar ilmiah siswa dengan tema “Keniscayaan Peran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Digital”. 

 

TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi Sastra Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menggelar seminar ilmiah siswa dengan tema “Keniscayaan Peran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Digital”. 

Kegiatan ini berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh 115 peserta yang berasal dari berbagai program studi, antara lain PBSI, PGSD, Matematika,dan Kebidanan.

Seminar ilmiah ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Maria Afrentiana Luhu dan Angelus Hartono Jabung sebagai pemateri serta Bernadus T. Beding sebagai pemantik diskusi. 

Tujuan seminar ini untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sekaligus mendorong kecintaan terhadap sastra Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

 

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 11 Mei 2026, Roh Kebenaran yang Menyertai dan Menguatkan

 

 

Dalam pemaparannya, pemateri pertama, Maria Afrentiana Luhu, mengangkat judul “Peran Bahasa Indonesia dalam Penggunaan Media Sosial”.

Ia menegaskan bahwa kaum muda perlu memahami dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia di era digital karena bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan sekaligus identitas bangsa.

“Penting bagi kaum muda memahami dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia di era digital karena bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan dan identitas bangsa. Dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar, kita dapat berkomunikasi dengan sopan, menjaga budaya Indonesia, serta tidak mudah terpengaruh oleh penggunaan bahasa asing dan bahasa gaul yang berlebihan di media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Angelus Hartono Jabung, membawakan materi berjudul “Menjaga Bahasa Indonesia di Tengah Kemajuan Teknologi”. 

Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi memang memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi, namun pada saat yang sama juga membawa dampak terhadap penggunaan bahasa Indonesia. 

“Kemajuan teknologi memudahkan komunikasi dan penyebaran informasi, tetapi juga memengaruhi penggunaan bahasa Indonesia. Banyak orang lebih sering memakai bahasa gaul dan bahasa asing sehingga bahasa baku mulai berkurang. Karena itu, generasi muda harus tetap menjaga dan bangga menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di era digital,” ujarnya.

Adapun Bernadus T. Beding sebagai pemantik diskusi membawakan judul “Dari KATA ke WAJAH”. Dalam kata pengantarnya, ia menyampaikan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam membentuk peradaban dan kehidupan manusia. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved