Berita Manggarai
Bawang Merah Tumbuh di Dataran Dingin, Legislator Manggarai Dorong Pilot Project di 10 Desa
Salah satu anggota Kelompok Tani Desa Meler, Stanis, mengatakan benih bawang merah yang dibudidayakan tidak
Penulis: Robert Ropo | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Bawang-merah-yang-dibudidayakan-oleh-Kelompok-Tani.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kelompok Tani Desa Meler, Manggarai, berhasil membuktikan bawang merah dapat tumbuh dan berproduksi di dataran dingin hingga siap panen.
- Setiap benih bawang merah mampu menghasilkan sekitar 20–25 umbi dengan masa tanam 60–70 hari.
- DPRD Manggarai mendorong pengembangan budidaya melalui pilot project di 10 desa sebagai contoh peningkatan ekonomi petani.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Kelompok Tani Desa Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, berhasil membuktikan bahwa budidaya bawang merah dapat tumbuh dan berproduksi di daerah dataran dingin. Saat ini, tanaman bawang merah tersebut telah memasuki masa siap panen.
Salah satu anggota Kelompok Tani Desa Meler, Stanis, mengatakan benih bawang merah yang dibudidayakan tidak berbeda dengan yang ditanam di wilayah lain di Manggarai.
Ia menyebut, masa perawatan tanaman berkisar 60 hingga 70 hari, dengan satu benih mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 25 umbi.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Manggarai, Aleksius Armanjaya, S.S., M.H., yang menilai kelompok tani Desa Meler telah membuktikan bahwa anggapan bawang merah tidak dapat tumbuh di daerah dingin tidak sepenuhnya benar.
Baca juga: Tiba di Kantor KSP Obor Mas, Menteri Koperasi Disambut Huler Wair dan Tarian Hegong
“Saya percaya setiap tanah memiliki potensi. Bukan jenis tanah yang menentukan hasil panen, tetapi bagaimana kita memperlakukannya,” ujar Lexy Armanjaya kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat, 29 Mei 2026.
Menurut Ketua Fraksi Demokrat DPRD Manggarai itu, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan dan perawatan yang tepat dalam budidaya pertanian.
Dengan teknik yang baik, lahan di Desa Meler mampu menghasilkan bawang merah yang berkualitas dan bernilai jual tinggi.
“Dengan sentuhan pengelolaan yang tepat, lahan ini mampu menghasilkan bawang merah yang segar, beraroma kuat, dan bernilai ekonomi,” katanya.
Karena itu, Lexy mendorong Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai untuk mengembangkan budidaya bawang merah di wilayah dataran dingin dalam skala lebih luas melalui program percontohan.
Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) membentuk pilot project di 10 desa di wilayah dataran dingin sebagai desa binaan khusus budidaya bawang merah.
“Dinas Pertanian harus mengoptimalkan kelompok tani ini dan mengembangkan budidaya bawang merah di daerah dingin sebagai program percontohan. Ini bisa menjadi model untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Lexy menambahkan, keberhasilan Kelompok Tani Desa Meler menjadi bukti bahwa budidaya bawang merah dapat memberikan keuntungan ekonomi apabila dikelola dengan baik dan berkelanjutan. (rob)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Harga Sembako di Manggarai Timur Hari Ini Kamis 28 Mei 2026, Dari Beras hingga Bumbu Dapur |
|
|---|
| Kisah Peternak Sapi di Manggarai Timur NTT, Dua Sapi Andalannya Dibeli Presiden seharga Rp 94 Juta |
|
|---|
| Presiden Prabowo Salurkan Dua Sapi Kurban untuk Masjid Al Hidayah Nanga Lanang di Manggarai Timur |
|
|---|
| Dorong Motor Milik Orang Saat Pagi Hari, Warga Satar Punda Barat Diringkus Polisi Manggarai |
|
|---|
| 8 Tahun Berturut-turut Pemkab Manggarai Raih Opini WTP, Bupati Hery: Predikat Bukan Tujuan Akhir |
|
|---|