Unika Santu Paulus Ruteng
Penguatan Mutu Akademik dan Kualitas Lulusan, PGSD Unika Ruteng Bedah Kurikulum OBE
Program studi merancang setiap mata kuliah, metode pembelajaran dan sistem penilaian berdasarkan kompetensi yang dimiliki lulusan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Seminar-Nasional-pgsd-unika-ruteng.jpg)
“OBE menuntut kita tidak hanya fokus pada proses, tetapi juga pada hasil yang konkret dalam bentuk kompetensi lulusan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan guru sekolah dasar membutuhkan lulusan yang tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
“Dalam konteks pendidikan guru sekolah dasar, hal ini menjadi sangat krusial. Kita tidak hanya mencetak lulusan yang menguasai materi, tetapi juga calon pendidik yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif,” lanjutnya.
Bedah Kurikulum untuk Penguatan Mutu Akademik
Pada hari kedua, Prof. Dr. I Gede Margunayasa memimpin sesi bedah kurikulum PGSD Unika Ruteng.
Kegiatan berbentuk semiloka (seminar dan lokakarya) ini selaras dengan arah pengembangan kurikulum yang didorong oleh Perhimpunan Pengelola Program Studi PGSD Indonesia (PPPSPGSDI), tempat Prof. Margunayasa menjabat sebagai sekretaris.
Dalam sesi tersebut, peserta menelaah kembali profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), penyusunan RPS berbasis OBE, hingga strategi evaluasi kurikulum sesuai Pedoman Kurikulum Pendidikan Tinggi terbaru.
Diskusi berlangsung interaktif karena dosen-dosen PGSD Unika Ruteng terlibat langsung dalam proses penyempurnaan dokumen kurikulum. Langkah ini bertujuan memastikan kurikulum yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan dunia kerja.
Membangun Budaya Akademik yang Inovatif dan Adaptif
Dr. Maria Senisum mengajak seluruh dosen dan mahasiswa untuk menjadikan seminar nasional dan bedah kurikulum tersebut sebagai momentum membangun budaya akademik yang reflektif, inovatif, dan adaptif.
“Seminar ini menjadi ruang akademik yang sangat penting bagi kita semua untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperkaya wawasan terkait implementasi OBE dalam kurikulum PGSD,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan pemahaman konseptual mengenai OBE, tetapi juga melahirkan praktik-praktik akademik yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi mahasiswa.
Oleh Selvianus Hadun/ Unika St Paulus Ruteng/Tribun Flores
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News