Kamis, 11 Juni 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

Unika Ruteng Perkuat Tri Dharma, Dosen Didorong Hadirkan Penelitian dan Pengabdian ke Ruang Kelas

Kegiatan yang menjadi program strategis Wakil Rektor I Tahun Akademik 2025/2026 itu bertujuan memperkuat keterkaitan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Unika Ruteng Perkuat Tri Dharma, Dosen Didorong Hadirkan Penelitian dan Pengabdian ke Ruang Kelas
TRIBUNFLORES. COM/HO-HUMAS UNIKA RUTENG
FOTO BERSAMA - Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic.Theol., saat membuka Workshop Integrasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Pembelajaran di Ruteng, Selasa (9/6/2026). Ia menegaskan pentingnya integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan berdampak bagi masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • Unika Santu Paulus Ruteng menggelar lokakarya untuk mengintegrasikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam proses pembelajaran.
  • Dosen didorong menghadirkan hasil penelitian dan pengalaman pengabdian di ruang kelas agar pembelajaran lebih kontekstual dan berdampak.
  • Melalui penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Unika Ruteng berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dan melahirkan lulusan yang unggul serta peka terhadap persoalan sosial.
 
 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng terus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Lokakarya Integrasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Pembelajaran yang digelar pada 9–10 Juni 2026 di Gedung Utama Barat (GUB) Lantai 5.

Kegiatan yang menjadi program strategis Wakil Rektor I Tahun Akademik 2025/2026 itu bertujuan memperkuat keterkaitan antara pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Sekretaris Wakil Rektor I Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Primus Domino, M.Pd., menjelaskan bahwa lokakarya tersebut dirancang untuk membangun ekosistem akademik yang terintegrasi, sehingga seluruh unsur Tri Dharma dapat berjalan secara sinergis.

"Penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pembelajaran tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ketiganya harus terintegrasi dalam setiap proses pendidikan tinggi agar mampu menghasilkan pembelajaran yang bermakna dan berdampak," ujarnya.

 

Baca juga: Mahasiswa Unika Bicara Tentang Perjuangan Anak-anak di Daerah Terpencil Mendapatkan Pendidikan

 

 

Menurut Primus, kegiatan ini sebenarnya diperuntukkan bagi seluruh dosen di lingkungan Unika St. Paulus Ruteng. Namun karena keterbatasan fasilitas, setiap program studi mengutus 10 dosen sebagai peserta, sementara Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengirimkan 20 dosen.

Pada hari pertama, peserta mendapat penguatan materi dari Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd., yang membawakan topik tentang integrasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pembelajaran. Melalui sesi tersebut, para dosen diajak memahami berbagai strategi untuk menghubungkan hasil penelitian dan pengalaman pengabdian dengan proses belajar mengajar di kelas.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga terlibat langsung dalam penelitian dan kegiatan pengabdian sehingga memiliki pengalaman nyata dalam memahami persoalan-persoalan sosial di masyarakat.

Harapan Rektor Unika Ruteng

Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic.Theol., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar mengajar. Perguruan tinggi juga harus menghasilkan pengetahuan melalui penelitian dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui pengabdian.

"Ketiga unsur Tri Dharma ini bukan tiga aktivitas yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dan saling memperkaya. Karena itu, hasil penelitian dan pengalaman pengabdian perlu dihadirkan ke dalam ruang kelas agar pembelajaran menjadi lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat," katanya saat membuka kegiatan.

Menurut Rektor, integrasi Tri Dharma akan membantu membentuk mahasiswa yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia berharap hasil lokakarya tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan diterapkan dalam perencanaan perkuliahan, pengembangan bahan ajar, dan praktik pembelajaran di setiap program studi.

"Melalui cara ini, budaya akademik yang transformatif, kolaboratif, dan berkarakter akan semakin tumbuh di lingkungan Unika Santu Paulus Ruteng," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved