Rabu, 6 Mei 2026

Universitas Nusa Nipa

Unipa Maumere Matangkan Implementasi Kurikulum OBE, Perkuat Hard Skill dan Soft Skill Mahasiswa

“OBE bukan sekadar kebijakan yang dituangkan dalam peraturan menteri lalu harus diikuti. Ini menjawab ko

Tayang:
Penulis: Cristin Adal | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Unipa Maumere Matangkan Implementasi Kurikulum OBE, Perkuat Hard Skill dan Soft Skill Mahasiswa
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/YT TRIBUN FLORES
Wakil Rektor I UNIPA, Dr. Hendrikus Pedro, S.Fil., M.A. 

“Proses ini tidak mudah, tetapi yang penting kita berada di jalur yang tepat dan terus melakukan perbaikan,” ujar Hendrikus.

Target Lulusan Kompeten dan Siap Kerja

Hendrikus menegaskan, OBE menjadi fondasi penting agar UNIPA tidak sekadar memberikan ilmu, tetapi memastikan mahasiswa benar-benar memiliki kompetensi yang aplikatif dan terukur.

“Lulusan kita harus kompeten. Itu kata kuncinya,” tegasnya.

UNIPAH optimistis, dengan indikator capaian yang jelas dan proses evaluasi berkelanjutan, implementasi OBE akan meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.

OBE Jadi Kewajiban Nasional

Dalam workshop yang digelar di Auditorium Nusa Nipa, Maumere, Kamis (19/2/2026), Prof. Prihandoko menegaskan bahwa Kurikulum OBE kini menjadi kewajiban seluruh program studi di Indonesia.

“Kurikulum ini saat ini menjadi kewajiban bagi seluruh program studi di Indonesia untuk diterapkan. Mengapa penting? Karena berbasis pada outcome atau luaran, yakni kebutuhan dunia kerja dan industri,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini masih sering muncul keluhan tentang ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

“Jawaban atas persoalan tersebut adalah Kurikulum OBE. Dengan pendekatan ini, kita mendekatkan apa yang dihasilkan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Perbedaan dengan Kurikulum Lama

Prof Prihandoko menjelaskan, kurikulum sebelumnya lebih berorientasi pada input dan proses materi apa yang diajarkan dan bagaimana prosesnya. Sementara OBE berfokus pada capaian akhir.

“Pertanyaannya bukan lagi materi apa yang diajarkan? Tetapi mahasiswa harus menjadi apa dan mampu melakukan apa setelah lulus? Dari tujuan itulah ditentukan materi dan metode pembelajaran,” ujarnya.

Berkaitan dengan Standar Global

Ia menambahkan, penerapan OBE juga menjadi syarat dalam akreditasi internasional melalui Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE), yang telah menjadi anggota Washington Accord dan Seoul Accord.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved