Berita Ngada
Jelang Lebaran di Ngada, Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai Rawit Tembus Rp 70 Ribu per Kilo
Salah satu pedagang, Imelda, mengatakan kenaikan harga hanya terjadi pada cabai rawit yang diduga akibat berkurangnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Sejumlah-bahan-pokok-di-Pasar-Bobou-Bajawa.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mayoritas bahan pokok di Pasar Bobou Bajawa masih stabil menjelang Idulfitri 2026, namun cabai rawit naik dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram akibat pasokan berkurang.
- Harga beras lokal meningkat sedikit dari Rp14 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram, sementara beras Bulog dan beras jagung tetap lebih murah.
- Aktivitas pembeli di pasar masih relatif normal, belum ada lonjakan signifikan meski mendekati hari raya.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Bobou Bajawa, Kelurahan Faobata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpantau masih relatif stabil. Meski demikian, harga cabai rawit mengalami kenaikan dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram.
Pantauan TRIBUNFLORES.COM, Jumat (13/3/2026), menunjukkan sebagian besar komoditas kebutuhan masyarakat masih dijual dengan harga normal, sementara aktivitas pembeli di pasar juga belum mengalami peningkatan signifikan menjelang hari raya.
Salah satu pedagang, Imelda, mengatakan kenaikan harga hanya terjadi pada cabai rawit yang diduga akibat berkurangnya pasokan dari petani.
“Kalau harga masih stabil. Hanya cabai rawit yang naik dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram. Yang lain masih seperti biasa,” ungkap Imelda.
Baca juga: Jalan Rusak Parah, Warga Riung Barat Ngada Turun Tangan Timbun Jalan Berlubang
Ia menduga kenaikan harga tersebut dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga sebagian petani mengalami gagal panen.
“Mungkin ada gagal panen di petani karena cuaca, sehingga pasokan berkurang dan harga naik,” tambahnya.
Selain cabai rawit, harga beras lokal juga mengalami sedikit kenaikan dari Rp14 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang beras, Rensi, mengatakan kenaikan harga tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh berkurangnya stok beras dari petani.
“Mungkin karena mendekati Lebaran atau juga karena musim seperti ini beras dari petani berkurang, sehingga harga sedikit naik,” ujarnya.
Sementara itu, beras program Bulog dijual dengan harga Rp13 ribu per kilogram, sedangkan beras jagung sekitar Rp12 ribu per kilogram.
Pedagang lainnya, Rosalia Rhi, menjelaskan harga beras di Pasar Bobou bervariasi tergantung kualitas dan penjual.
| BKPSDM Ngada Sebut Perintah Gubernur NTT Cabut SK Pelantikan Sekda Tak Wajib Ditaati |
|
|---|
| Jalan Rusak Parah, Warga Riung Barat Ngada Turun Tangan Timbun Jalan Berlubang |
|
|---|
| Forum Konservasi Mbou Ngada Dorong Peran dan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Riung |
|
|---|
| Fraksi Gerindra Ngada Dorong Bupati dan Gubernur Duduk Dialog |
|
|---|
| Festival Pangan Lokal dan Budaya di Nua Wogo Ngada, Pangan Lokal Masuk Menu MBG |
|
|---|