Berita Nagekeo
Kunjungi Wolosambi dan Mbay, Dirjen Bimas Katolik Perkuat Pendidikan Katolik di Nagekeo NTT
Dirjen Bimas Katolik meninjau lahan 10 hektar di Nagekeo untuk pembangunan SMAK negeri terpadu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KUNJUNGI-NAGEKEO-Dirjen-Bimas-Katolik-Suparman-Bersama-rombongan-didampingi.jpg)
Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Bupati Nagekeo, Direktur Pendidikan Katolik, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hadir pula Kepala Desa Sawu Fridus Ndona, Para tokoh adat dan masyarakat, Para guru dan Kepala Sekolah di Mauponggo serta Ketua Alumni Seminari Mataloko (Alsemat), Rano Aoh.
Berdasarkan data per Mei 2026, jumlah penduduk Kabupaten Nagekeo mencapai 170.669 jiwa, dengan sekitar 87,31 persen beragama Katolik. Kondisi ini dinilai mendesak untuk diperlukannya pembangunan pusat pendidikan keagamaan Katolik negeri yang terintegrasi guna menunjang kebutuhan masyarakat.
Ditjen Bimas Katolik saat ini tengah menyusun grand design pendidikan keagamaan Katolik sesuai harapan Pemerintah Daerah, Gereja, dan masyarakat setempat.
Direktur Pendidikan Katolik Albertus Triyatmojo, menjelaskan bahwa konsep pendidikan yang dirancang akan mengintegrasikan kurikulum umum dan keagamaan, serta menerapkan sistem berasrama.
Model pendidikan ini mengusung prinsip berpusat pada Kristus, bersifat holistik ( Fides, Mores, et Intellectus ), serta integratif antara sekolah, asrama, dan pembinaan spiritualitas. Output yang diharapkan adalah lahirnya generasi Katolik yang beriman serta berkarakter Kristiani yang kuat, berlandaskan nilai iman, harapan, dan kasih.
Bimas Katolik menargetkan tahap implementasi pembangunan dan operasional lembaga pendidikan ini dapat berlangsung pada periode 2028 hingga 2030, dengan harapan seluruh dukungan proses berjalan lancar sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat Nagekeo.
Menurut Kepala SMAK St. Yohanes Baptista Wolosambi, Yunius Sirilus Sugi Meko, kunjungan Dirjen Bimas Katolik ini menjadi tanda perhatian, penguatan, dan harapan baru bagi umat ditengah keterbatasan hingga menyalakan kembali keyakinan bahwa perjuangan panjang yang kami tempuh tidaklah sia-sia.
Menurut Yunius, sekolah ini berdiri bukan hanya karena bangunan dan administrasi, tetapi karena cinta dan pengorbanan banyak pihak. Ada doa-doa yang dipanjatkan dalam kesunyian gereja, ada air mata para guru yang tetap setia mengabdi dalam keterbatasan, ada harapan orang tua yang ingin anak-anaknya memperoleh pendidikan yang layak, dan ada tekad masyarakat kecil yang percaya bahwa pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang lebih bermartabat.
Bagi Yunius SMAK ini tumbuh dari semangat pelayanan gereja dan kerinduan masyarakat akan hadirnya Sekolah Katolik yang mampu membentuk generasi beriman, cerdas, dan berkarakter.
"Dalam perjalanan panjangnya, banyak tangan telah bekerja tanpa pamrih. Para pastor, suster, guru, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, alumni, dan umat bergandengan tangan memperjuangkan agar sekolah ini dapat terus hidup dan berkembang.
Perjuangan menuju penegerian sekolah ini bukanlah perjalanan singkat. Bertahun-tahun berbagai pihak berupaya dengan segala kemampuan yang ada, " ungkapnya.
Oleh karena itu, melalui kunjungan ini, Yunius berharap Direktur Jenderal Bimas Katolik beserta seluruh jajaran pemerintah agar berkenan mendukung dan mempercepat proses penegerian SMAK St Yoh Baptista Wolosambi.
Harapan ini bukan semata-mata demi status administratif, melainkan demi masa depan generasi muda yang haus akan pendidikan berkualitas, demi pemerataan pendidikan Katolik, dan demi terwujudnya pelayanan pendidikan yang lebih kuat, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
" Kami yakin, apabila proses ini dapat segera terealisasi, maka akan terbuka kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak di wilayah ini untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa harus meninggalkan tanah kelahiran mereka. Penegerian sekolah ini juga akan menjadi tanda nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung karya pendidikan Gereja dan memperhatikan masyarakat di daerah terpencil, " pungkas Yunius mantan Alumni Seminari Mataloko itu.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Berita Nagekeo hari ini
Berita Nagekeo
Berita Nagekeo terkini
Wolosambi dan Mbay
Pendidikan Katolik di Nagekeo
Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI
Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI ke Nagekeo
Tribun Flores.com
| Paud dan Poskesdes Wolosambi Disegel Camat Lio Timur Ende Mediasi |
|
|---|
| Viral, PAUD dan Poskesdes Wolosambi Ende NTT Disegel, Nakes Layani Warga di Rumah Pribadi |
|
|---|
| OMK Wolosambi Mauponggo NTT Gelar Jalan Salib Tematis Cinta Lingkungan |
|
|---|
| Ribuan Umat Katolik di Mauponggo Terima Kirab Salib Kristus dari Paroki Maukeli ke Paroki Wolosambi |
|
|---|
| Kapolsek Mauponggo Berikan Materi Pembinaan Remaja di SMAK St.Joanne Baptista Wolosambi Nagekeo |
|
|---|