Jumat, 22 Mei 2026

Berita Nagekeo

Kunjungi Wolosambi dan Mbay, Dirjen Bimas Katolik Perkuat Pendidikan Katolik di Nagekeo NTT

Dirjen Bimas Katolik meninjau lahan 10 hektar di Nagekeo untuk pembangunan SMAK negeri terpadu.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Kunjungi Wolosambi dan Mbay, Dirjen Bimas Katolik Perkuat Pendidikan Katolik di Nagekeo NTT
TRIBUNFLORES.COM / HO-IK NAGEKEO
KUNJUNGI NAGEKEO - Dirjen Bimas Katolik, Suparman Bersama rombongan didampingi wakil bupati Nagekeo (Baju hitam) saat melakukan kunjungan kerja di Nagekeo, NTT, Rabu (20/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dirjen Bimas Katolik meninjau lahan 10 hektar di Nagekeo untuk pembangunan SMAK negeri terpadu.
  • Pemda Nagekeo mendukung penuh proyek pendidikan Katolik sebagai upaya pengentasan kemiskinan.
  • SMAK St. Yohanes Baptista Wolosambi juga didorong segera menjadi sekolah negeri di bawah Bimas Katolik.

TRIBUNFLORES.COM, MBAY -  Dirjen Bimas Katolik, Suparman melakukan kunjungan lokasi lahan sebesar 10 hektar untuk pendirian Sekolah Menengah Agama Katolik di Kelurahan Lape, Mbay Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT,  Rabu (20/5/2026).

Kunjungan ini menindaklanjuti penyerahan yang sudah dilakukan Pemda Nagekeo melalui Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Muga Sada, pada kepada Direktur Jenderal Bimas Katolik di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, pada 20 April lalu.

Menurut Suparman, atas arahan Manteri Agama, Ia beserta jajarannya Direktorat Jendral Bimas Katolik merasa antusias dan segera turun ke lokasi merespon permintaan masyarakat melalui Pemda Nagekeo karena telah berkorban menyerahkan tanah seluas 10 hektar yang menjadi lahan terbesar di Indonesia untuk pendirian Sekolah Menengah Agama Katolik demi sebuah lembaga pendidikan terpadu terintegrasi dibawah Dirjen Bimas Katolik. 

"Kami apresiasi atas dukungan dan kerja sama serta kolaborasi Pemda Nagekeo dengan  dengan dirjen. Ini merupakan usaha yang luar biasa,"kata Suparman.

Baca juga: OMK Wolosambi Mauponggo NTT Gelar Jalan Salib Tematis Cinta Lingkungan

Pembangunan Fasilitas Pendidikan

Suparman menegaskan bahwa luas lahan tersebut sangat memadai untuk pembangunan fasilitas pendidikan keagamaan Katolik yang terintegrasi.

Dirjen juga meminta seluruh jajaran terkait untuk mendukung percepatan pembangunan, dengan harapan proyek tersebut dapat segera direalisasikan jika kondisi anggaran memungkinkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, menegaskan kesiapan Pemerintah Daerah dalam mendukung pembangunan, khususnya dalam penyediaan lahan. Ia menilai keberadaan sekolah tersebut akan menjadi salah satu solusi strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah.

“Sekolah ini adalah pintu masuk untuk pengentasan kemiskinan,” tegas Gonzalo.

Pe-negerian SMAK di Wolosambi

Selain mengunjungi lokasi lahan 10 Hektar di Lape, Mbay, Dirjen Suparman juga mengunjungi Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) St Yohanes Baptisata di Wolosambi, pada Rabu (20/5) di Kecamatan Mauponggo dalam usaha pe-negerian sekolah ini yang selama 10 tahun berdiri dalam kondisi keterbatasan. 

Suparman mengatakan Uskup Agung Ende dalam pertemuannya juga telah berkomitmen dan menyerahkan  lahan sekolah SMAK St. Yohanes Baptista di Wolosambi agar secepatnya bisa menjadi sekolah di bawah Dirjen Bimas Katolik. 

Ia mengungkapkan bila semua prosedur administrasi telah dilakukan tentunya semua pendanaan yang berkaitan dengan sarana prasarana, kesejahteraan guru dan hak siswa menjadi tanggung jawab Dirjen Bimas Katolik. Usaha ini untuk menjawabi perhatian pemerintah dalam membantu sekolah-sekolah Katolik di NTT. 

"Hari ini kami juga mengunjungi SMAK St. Yohanes Baptista Wolosambi dan bapak uskup sudah menyerahkan lahannya agar bisa dikelola menjadi sekolah negeri di bawah Dirjen Bimas Katolik, setelah prosedur administrasi resmi menjadi milik pemerintah semua selesai tentunya semua menjadi tanggung jawab kami seperti pendanaan sarana prasarana, kesejahteraan guru, dan hak siswa, "katanya. 

Ia berharap dengan penegerian SMAK ini maka kualitas pendidikan di sekolah ini sudah pasti mengikuti standar prosedur SMAK dibawah Dirjen Bimas Katolik . 

Suparman juga menekankan untuk  kedepannya penting untuk peningkatan kualitas pendidikan yang bisa membuat orang tua tertarik untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. 

"Untuk para guru, para orang tua beban pembiayaan diambil alih pemerintahan dan percaya pada kami output siswa ini akan mengikuti pola dimana imannya dididik oleh pihak gereja dan kurikulumya oleh pemerintah dalam hal ini Bimas Katolik,"pungkasnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved