Demo di Nagekeo
Ratusan Warga Nagekeo Tolak Pembangunan Yonif, Brigif dan Korem
Di halaman Kantor DPRD, massa melakukan orasi dan menyampaikan aspirasi mereka kepada para wakil rakyat.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Forum-Keadilan-Perdamaian-dan-Hak-Asasi-Manusia.jpg)
Kedua, mereka mendesak Kementerian Pertahanan RI, Panglima TNI, Kementerian HAM RI, Kementerian ATR/BPN RI, dan Komnas HAM RI untuk menghentikan seluruh proses pembangunan yang sedang direncanakan.
Mereka juga meminta agar setiap kebijakan yang berkaitan dengan proyek tersebut dilakukan melalui konsultasi publik yang memenuhi prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC), yaitu persetujuan yang diberikan secara bebas, didahului informasi yang lengkap, dan tanpa tekanan.
Selain itu, demonstran menuntut penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menentukan arah pembangunan wilayahnya sebagaimana diakui dalam Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Masyarakat Adat.
Forkasi juga meminta Komnas HAM melakukan pemantauan dan kunjungan lapangan guna memastikan seluruh proses kebijakan dan perencanaan pembangunan tidak menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia.
Ketiga, mereka menyatakan komitmen untuk terus mengawal persoalan tersebut secara damai, konstitusional, dan melalui mekanisme hukum yang sah, termasuk menggunakan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat, melakukan pengawasan, dan menempuh jalur hukum apabila diperlukan. (Bet)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Pembobol Kios di Ruteng Ternyata Terlibat Kasus Pencurian Keyboard di Nagekeo |
|
|---|
| Kunjungi Wolosambi dan Mbay, Dirjen Bimas Katolik Perkuat Pendidikan Katolik di Nagekeo NTT |
|
|---|
| Gebrakan SDIBOL Cup I : Mencari Bintang Muda Nagekeo dari Kaki Gunung Ebulobo |
|
|---|
| Pensiunan Guru Tewas Terbakar di Keo Tengah Nagekeo, Rumah dan Harta Benda Ludes |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Pensiunan Guru di Keo Tengah Nagekeo Tewas Terbakar di Rumahnya |
|
|---|