Seruan Moral APTIK
Para Rektor Perguruan Tinggi Katolik APTIK Sikapi Kondisi Bangsa, Serukan Perdamaian dan Keadilan
Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik menyerukan perdamaian dan meminta para pemegang kekuasaan merekonstruksi keadilan sosial dan martabat demokrasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/logo-aptik.jpg)
Ketidakadilan sejatinya selalu membawa luka dan kemarahan mendalam bagi masyarakat, yang rupanya meledak ketika batas-batas kemanusiaan telah terlampaui akibat arogansi, sikap nir empati pejabat dan represi aparat penegak hukum.
Rekonstruksi Keadilan Sosial dan Martabat Demokrasi
APTIK menyerukan agar para pemegang kekuasaan di eksekutif, legislatif, aparat penegak hukum/Kepolisian dan TNI selalu menjunjung tinggi moralitas dan mandat konstitusional bangsa.
1. Berpihak kepada Rakyat: Pemerintah dan DPR harus berpihak pada rakyat sebagai pemegang kedaulatan. APTIK menuntut pemerintah dan DPR memperbaiki kebijakankebijakannya agar berpihak pada kepentingan rakyat demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai Pancasila dan amanat Pembukaan UUD 1945.
Kekuasaan eksekutif dan legislatif harus mengabdi pada rakyat dan martabat kemanusiaan, bukan
kepada elite partai ataupun oligarki. Kepemimpinan yang otentik, jujur dan berpihak pada rakyat harus ditunjukkan hari-hari ini dan seterusnya untuk memulihkan kepercayaan publik dan mengembalikan tatanan hidup bersama.
2. Junjung Tinggi Martabat Demokrasi: Demokrasi harus selalu dilindungi dari praktik-praktik kekerasan dan intimidasi. APTIK menuntut agar kebebasan berpendapat, berserikat, dan berekspresi dihormati sebagai pilar utama demokrasi.
Setiap upaya pembungkaman suara kritis lewat tindakan otoriter, sensor media dan intimidasi atau kekerasan lainnya adalah penghinaan dan pengkhianatan terhadap demokrasi. Penyelesaian konflik hendaknya selalu dilakukan di dalam koridor demokrasi yang menghormati kedaulatan rakyat.
3. Hentikan Tindakan Represi: Kepolisian dan TNI harus menghentikan tindakan represi. Aparat Penegak Hukum harus mengutamakan pendekatan yang lebih humanis, memahami kehendak dan situasi batin warga negara yang marah akibat ketidakadilan dan kekerasan yang sudah membawa korban jiwa. Tindakan represi dan adu domba hanya akan semakin memperbesar kemarahan dan penderitaan rakyat yang sudah menanggung beban berat ekonomi dan ketidakadilan struktural yang dirasakan setiap hari.
4. Membuka Dialog: DPR dan Pemerintah, termasuk Presiden, segera membuka dialog yang transparan dan berdampak dengan elemen-elemen masyarakat yang berdemonstrasi. APTIK mendukung gelombang demonstrasi sebagai bentuk ekspresi dan partisipasi dalam berdemokrasi yang sehat dan bermartabat sejauh tidak menjadi tindakan anarkistis, destruktif dan melawan hukum.
Seruan kepada Masyarakat Sipil APTIK mengajak seluruh kaum intelektual, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk senantiasa bersatu dan bersuara lantang mengatakan kebenaran yang sejati. Kebenaran sejati harus disuarakan dengan integritas intelektual dan keberanian moral demi keadilan sosial dan kebaikan bersama, serta jauh dari cara-cara kekerasan yang merusak tatanan hidup bermasyarakat.
Sebagai warga negara kita semua memiliki tanggung jawab etis dan historis untuk memastikan bahwa negara ini selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Opus Justitiae Pax
Perdamaian adalah buah karya keadilan, demikian kata Paus Fransiskus dalam pidatonya di Istana Negara. Kita hendaknya selalu ingat bahwa kedamaian dan kesejahteraan dicapai ketika kita berkomitmen tidak hanya demi kepentingan dan visi kita sendiri, tapi demi kebaikan bersama, dengan saling merangkul, memperkokoh kesepakatan dan sinergi, menyatukan kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk penderitaan moral, ekonomi, dan sosial, serta untuk memajukan perdamaian dan kerukunan.
Semoga Tuhan Melindungi Indonesia
Jakarta 31 Agustus 2025
Perguruan Tinggi Katolik - APTIK
1. Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M. (Universitas Atma Jaya Yogyakarta/Koordinator
Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK)
2. Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D. (Universitas Sanata Dharma - Yogyakarta)
3. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD (Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif
Ledalero)
4. Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T, M.CompIT, Ph.D. (Universitas Katolik
Soegijapranata - Semarang)
5. Dr. Victor Imanuel Williamson Nalle, S.H., M.H. (Universitas Katolik Darma
Cendika - Surabaya)
6. Dr. Wilhelmus Yape Kii, S.Pt., M.Phil. (Universitas Katolik Weetebula -Sumba Barat
Daya)
7. Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Teol (Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus
Ruteng)
8. Prof. Tri Basuki Joewono, Ph.D., (Universitas Katolik Parahyangan - Bandung)
9. Dr. Klemens Mere, S.E., M.Pd., M.M., M.H., M.A.P., BHK. (Universitas Katolik
Widya Karya - Malang)
10. Dr Wihalminus Sombolayuk, SE., M.Si. (Universitas Atma Jaya Makassar)
11. Dr. Gregorius Hertanto Dwi Wibowo, S.S., M.Th., MSC (Universitas Katolik De La
Salle - Manado)
12. Yulia Wardani, MAN (STIKes Panti Rapih - Yogyakarta)
13. Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K). (Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya -
Jakarta)
14. Sumi Wijaya, S.Si., Ph.D., Apt. (Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
15. Dr. Philipus Tule, SVD (Universitas Katolik Widya Mandira - Kupang)
16. Prof. Dr. Maidin Gultom, S.H., M.Hum. (Universitas Katolik Santo Thomas - Medan)
17. Dr. M.Y. Dedi Haryanto, S.E., M.Si. (Universitas Katolik Musi Charitas - Palembang)
18. Sr. Veronica Dwiatmi Widyastuti, CB. M.Pd (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint
Carolus - Jakarta)
19. Dr. Hadi Santoso, S.E., M.M. (Universitas Widya Dharma Pontianak)
20. Arief Widya Prasetya, M.Kep., Ners (STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo -
Surabaya)
21. Fransiska Anita E.R.S, Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.MB.,Ph.D. (Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Stella Maris - Makassar)
22. Henny Y. Pongantung, Ns., MSN., DN.Sc. (STIKes Gunung Maria - Tomohon)
23. Sr. M. Felicitas FSE (STIKES Santa Elisabeth - Medan)
24. F.X. Widiantoro, S.Kep., M.S., Ph.D. (Universitas Santo Borromeus - Bandung)
25. Emirensiana Anu Nono OSF MAN (STIKES St. Elisabeth - Semarang)
26. Romanus Edy Prabowo, S.Si., M.Sc., Ph.D (STIKOM Yos Sudarso – Purwokerto)
27. Drs. Kasdin Sihotang, M.Hum (Sekretaris Pengurus - Asosiasi Perguruan Tinggi
Katolik)
28. Augustinus Widyaputranto, M.Si (Direktur Program - Asosiasi Perguruan Tinggi
Katolik)
***
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News
APTIK
Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik
demonstrasi di berbagai wilayah
kondisi bangsa indonesia
Indonesia
TribunFlores.com
| Robertus Tjeunfin Sebut Tidak Ada Kasus Campak di TTU NTT |
|
|---|
| Pesan Gubernur NTT Untuk Mahasiswa: Berdemonstrasi Dengan Baik, Jangan Sampai Rusuh |
|
|---|
| Gejolak di Indonesia, Pengamat Politik Amir Kiwang: Krisis Kepercayaan Terhadap Elite |
|
|---|
| PKK NTT Rumuskan Enam Poin Kesepakatan Bersama dalam Rapat Koordinasi 2025 |
|
|---|