Stiper Flores Bajawa
Prof Lienda : Prospek Agroindustri dan Pemanfaatan Limbah Pertanian di Flores
Di sisi lain, vanili menjadi komoditas strategis karena Indonesia merupakan produsen terbesar kedua dunia. Flores memiliki varietas unggul Vania II.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GURU-BESAR.jpg)
Â
Ringkasan Berita:
- Di sisi lain, vanili menjadi komoditas strategis karena Indonesia merupakan produsen terbesar kedua dunia. Flores memiliki varietas unggul Vania II.
Â
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Christin Adal
TRIBUNFLORES.COM,BAJAWA-Guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Ir Lienda Aliwarga Handojo, MEng, menyampaikan orasi ilmiah dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan II Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Flores Bajawa, Sabtu (29/11/2025).Â
Dalam orasi bertajuk “Prospek Agroindustri dan Pemanfaatan Limbah Pertanian di Flores”, Prof Lienda menekankan pentingnya pengembangan nilai tambah komoditas lokal melalui pengolahan pascapanen dan pemanfaatan limbah secara optimal.
Menurut dia, Flores memiliki sejumlah komoditas unggulan, antara lain kelapa, kopi, kakao, sorgum, dan jambu mete. Seluruh komoditas tersebut memiliki potensi besar dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi apabila dikelola dengan pendekatan agroindustri. “Setiap proses pengolahan pasti menghasilkan limbah. Selama ini limbah dianggap sebagai persoalan. Padahal, limbah justru bisa menjadi peluang ekonomi,” ujar Lienda.
Komoditas Bernilai Tinggi
Prof Lienda menjelaskan, produksi kopi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2024 mencapai 25.800 ton, dan 84 persen di antaranya berasal dari Flores. Kopi Flores yang termasuk kategori specialty coffee memiliki prospek besar karena karakter cita rasanya diakui pasar nasional dan global. Harga kopi dapat meningkat signifikan apabila proses roasting dilakukan dengan tepat.
Â
Baca juga: Ketua STIPER Flores Bajawa Tekankan Kolaborasi dan Inovasi Pertanian pada Wisuda Angkatan Kedua
Â
Â
Â
Â
Di sisi lain, vanili menjadi komoditas strategis karena Indonesia merupakan produsen terbesar kedua dunia. Flores memiliki varietas unggul Vania II. Hilirisasi vanili—mulai dari ekstrak, bubuk, hingga gula vanili—dapat menaikkan nilai ekonomi hingga puluhan kali lipat. Namun, sebagian besar vanili dari Flores masih dipasarkan dalam bentuk mentah.
Kelapa juga menjadi pilar ekonomi masyarakat, dengan produksi Flores mencapai 64.500 ton per tahun. Produk turunannya beragam, mulai dari Virgin Coconut Oil (VCO) hingga serat sabut dan karbon aktif. Limbah kelapa dapat diolah menjadi produk berdaya jual, termasuk briket arang dan kokopit.