Kasus Akhiri Hidup Sendiri di Ngada
Santunan Duka Pemdes Naruwolo Ngada, Tragedi Bocah SD Jadi Refleksi Bersama
Pemdes Naruwolo menyerahkan santunan duka kepada keluarga bocah SD yang meninggal tragis sebagai bentuk empati dan solidaritas.
Penulis: Charles Abar | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PENYERAHAN-SANTUNAN-Pemerintah-Desa-Naruwolo-Kecamatan-Jerebuu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemdes Naruwolo menyerahkan santunan duka kepada keluarga bocah SD yang meninggal tragis sebagai bentuk empati dan solidaritas.
- Kades Dion Roa menyebut peristiwa ini sebagai tamparan keras dan mengajak orang tua serta lingkungan lebih peka terhadap kondisi psikologis anak.
- Polres Ngada masih mendalami kasus tersebut dan mengimbau masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental anak.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Pemerintah Desa (Pemdes) Naruwolo menunjukkan kepedulian nyata dengan menyerahkan bantuan kepada keluarga seorang bocah Sekolah Dasar yang meninggal dunia secara tragis di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Naruwolo merupakan nama desa yang ada di kecamatan Jerebuu, kabupaten Ngada.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, sebagai bentuk empati dan solidaritas di tengah duka mendalam yang dialami keluarga korban, pada Jumat (30/01/2026).
Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana haru. Keluarga korban tampak terpukul, sementara warga sekitar turut hadir memberikan dukungan moril.
Baca juga: Tinjauan Psikologis atas Kasus Anak SD Akhiri Hidup Sendiri di Ngada, NTT
Pemdes Hadir
Kehadiran pemerintah desa dinilai menjadi penguat bagi keluarga yang tengah berjuang menghadapi kehilangan besar.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Naruwolo menyampaikan pesan kemanusiaan yang menyentuh hati seluruh warga.Ia menegaskan bahwa almarhum merupakan bagian dari masa depan desa, sehingga peristiwa ini harus menjadi refleksi bersama, khususnya bagi orang tua dan lingkungan sekitar anak.
“Kami merasa kehilangan yang luar biasa. Almarhum adalah bagian dari masa depan desa kita. Kejadian ini merupakan tamparan keras sekaligus pengingat bagi kita semua sebagai orang tua dan tetangga untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anak-anak kita,” ungkap Kades Dion.
Menurut Dion Roa, anak-anak sering kali menyimpan beban psikologis tanpa diketahui orang dewasa di sekitarnya. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dalam keluarga dan lingkungan sosial.
Sementara itu, pihak Kepolisian Resor (Polres) Ngada masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Korban diketahui berinisial YBR (10), pelajar kelas IV SD, yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh di wilayah Kecamatan Jerebuu, Kamis (29/1/2026).
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti dan menemukan selembar kertas berisi tulisan tangan yang diduga merupakan pesan terakhir korban kepada ibunya.
Kapolres Ngada melalui Kasi Humas Ipda Benediktus R. Pissort mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis anak, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
“Atas peristiwa ini, kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban,” ujarnya.(Cha).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Kasus Akhiri Hidup Sendiri di Ngada
Anak SD di Ngada Bunuh Diri
Polres Ngada
Kasat Resktrim Polres Ngada
Kabupaten Ngada
Pemdes Naruwolo
Tribun Flores.com
| Tinjauan Psikologis atas Kasus Anak SD Akhiri Hidup Sendiri di Ngada, NTT |
|
|---|
| Saksi Kaget dan Teriak Lihat Siswa SD Tewas di Pohon Cengkeh di Ngada |
|
|---|
| Penjelasan Polres Ngada soal Siswa SD Ditemukan Tewas di Pohon Cengkeh |
|
|---|
| Isi Surat untuk Mama dari Bocah yang Tewas di Pohon Cengkeh di Ngada NTT |
|
|---|
| Siswa SD yang Tewas di Ngada Tinggalkan Surat untuk Ibu Pakai Bahasa Daerah |
|
|---|