Minggu, 19 April 2026

Prakiraan Cuaca

BMKG Peringatkan Potensi Curah Hujan Sangat Tinggi di NTT Periode Desember 2025-Januari 2026

NTT masuk dalam wilayah peringatan BMKG untuk mewaspadai peningkatan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi periode Desember 2025-Januari  2026.

Tayang:
Penulis: Cristin Adal | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto BMKG Peringatkan Potensi Curah Hujan Sangat Tinggi di NTT Periode Desember 2025-Januari 2026
TRIBUNFLORES.COM/GG
PRAKIRAAN CUACA- BMKG menyebutkan pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026 bertepatan dengan puncak musim hujan sehingga meningkatkan potensi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah, terutama: Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan sebagian besar Kalimantan. 

Ringkasan Berita:
  • NTT masuk dalam wilayah peringatan BMKG untuk mewaspadai peningkatan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
  • Pada periode ini, selain NTT, BMKG juga memperingatkan potensi cuaca serupa di Jawa, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, Papua Selatan dan sebagian besar Kalimantan.
  • Perlu diwaspadai adalah tingginya intensitas hujan, angin kencang, gelombang tinggi, serta potensi dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis. 
 

 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG- Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam wilayah peringatan BMKG untuk mewaspadai peningkatan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi pada periode Desember 2025 hingga Januari  2026.

Pada periode ini, selain NTT, BMKG juga memperingatkan potensi cuaca serupa di  Jawa, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, Papua Selatan dan sebagian besar Kalimantan.

Kondisi cuaca ini dipaparkan BMKG dalam rapat persiapan Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, pada Selasa (9/12/2025) lalu. 

Plt Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menyampaikan bahwa periode Desember 2025 hingga Januari 2026 bertepatan dengan puncak musim hujan sehingga meningkatkan potensi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah.

 

Baca juga: Hujan Masih Mendominasi, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Signifikan 5-11 Desember 2025

 

 

Sejumlah fenomena atmosfer diprediksi aktif secara bersamaan pada periode Nataru, seperti Monsun Asia, Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby, La Niña lemah, serta kemunculan bibit siklon tropis 93W dan 91S yang dapat memperkuat intensitas hujan dan angin kencang di berbagai wilayah.

Selama periode Nataru ini, BMKG telah memetakan dinamika cuaca dalam tiga periode, yakni 15–22 Desember yang didominasi hujan lebat; 22–29 Desember yang cenderung menurun; serta 29 Desember–10 Januari yang kembali meningkat seiring pergeseran puncak musim hujan ke Pulau Jawa.

“Yang perlu diwaspadai adalah tingginya intensitas hujan, angin kencang, gelombang tinggi, serta potensi dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas transportasi darat, laut, dan udara selama Nataru,” ujar Guswanto.

Untuk transportasi udara, pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) masih menjadi perhatian karena dapat memicu hujan intensif. Namun, mitigasi telah berjalan sejak awal melalui penyediaan flight document resmi BMKG.

 

Baca juga: BMKG Imbau Kewaspadaan Cuaca Ekstrem, NTT Masuki Musim Hujan

 

“Semua pilot sudah mengambil flight document dari website-nya BMKG secara resmi, sehingga harapannya tidak memberikan dampak yang lebih buruk. Jadi artinya BMKG juga telah memberikan langkah untuk mitigasinya,” ujar Guswanto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved