Opini Dokter
Tribute untuk Bidan Yustina Gunu Leton,Nakes di Flores Timur NTT
Dalam minggu ini, dunia jagad maya di NTT umumnya, khususnya di Flores Timur dipenuhi berita tragedi heroik seorang Bidan Yustina Gunu Leton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/dr-Ignatius-Henyo-Kerong-Pemerhati-Masalah-Kesehatan-di-NTT.jpg)
Ringkasan Berita:Dalam minggu ini, dunia jagad maya di NTT umumnya, khususnya di Flores Timur dipenuhi berita tragedi heroik seorang Bidan Yustina Gunu Leton.
dr. Ignatius Henyo Kerong, Pemerhati Masalah Kesehatan di NTT
“Good Intuitive Judgement” sebuah privilidge seorang tenaga kesehatan.
Dalam minggu ini, dunia jagad maya di NTT umumnya, khususnya di Flores Timur dipenuhi berita tragedi heroik seorang Bidan Yustina Gunu Leton.
Janji jiwa untuk mengutamakan hidupnya bagi pasiennya, menyelamatkan nyawa ibu dan bayi dengan sendiri merujuk ke RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka berujung pada kecelakaan yang merenggut nyawanya. Dia pergi setelah tuntas menunaikan janji baktinya sebagai seorang bidan.
Hari ini dengan diselubungi Sang Merah Putih, Yustina telah berpisah dari suami, anak dan keluarga, ditangisi sejawatnya, dihormati oleh banyak ibu-ibu yang pernah mendapatkan pelayanan tulus darinya.
Bagi saya pribadi, Flores Timur adalah model inisiatif dan inovasi pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang patut diacungi jempol. Sebutlah 2H2, PKIA (Pekan Keselamatan Ibu dan Anak) adalah sebuah “Community Mobilazation”, sebuah gerakan memobilisasi masyarakat untuk dapat ikut aktif berperan dan mengambil sebagian tanggung jawab dalam memastikan seorang ibu dapat mendapatkan pertolongan selama kehamilan dan persalinan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.
Baca juga: Rujuk Ibu Hamil, Nakes di Kabupaten Flores Timur NTT Meninggal Dunia Usai Laka Lantas
Teman-teman di Flores Timur sejak kepemimpinan dr. Yosef Usen Aman sampai saat ini secara konsisten dan berkelanjutan terus melaksanakan tekad dalam upaya menurunkan kematian ibu dan bayi. Saya sendiri pernah ikut menempelkan Stiker dan menaikkan bendera P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) pada saat PKIA tingkat Kecamatan Titihena di Lato yang dipimpin oleh Camat Titihena.