Uskup Kupang Kunjungi Rote Ndao
Lagu Kuan Kefa Bergema Sambut Uskup Agung Kupang di Ba’a Rote Ndao NTT
Umat Katolik menyambut dengan sukacita Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni datang berkunjung ke tengah-tengah mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/MENARI-BERSAMA-Uskup-Agung-Kupang-Mgr-Hironimus-Pakaenoni-menari-bersama-umat.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
TRIBUNFLORES.COM, BA'A - Denting lonceng berpadu dengan hentakan kaki yang menggema di pelataran Paroki Santo Kristoforus Ba'a, Rabu (15/10/2025).
Suara merdu lagu tradisional "Kuan Kefa" yang berarti Kampung Kefa mengalun perlahan, seolah mengundang langit dan tanah Rote Ndao untuk bersaksi.
Bukan hari biasa, umat Katolik menyambut dengan sukacita Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni datang berkunjung ke tengah-tengah mereka.
Tiba didampingi Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD Erik Fkun, Uskup Hironimus disambut dengan penuh kekayaan budaya Dawan dan Rote.
Baca juga: Umat Katolik Rote Sambut Uskup Hironimus Pakaenoni dengan Sukacita Adat dan Iman
Topi Ti'i Langga simbol kebesaran dan kehormatan bertengger megah di kepalanya, sementara selimut adat Rote tersampir hangat di pundaknya, melambangkan penerimaan sebagai bagian dari keluarga besar.
Dari dekat, suara sorakan "Tabe" dan "Palate" bersahutan, bukan sekadar sapaan hormat, melainkan gema cinta dan rasa bangga umat akan gembala mereka.
Deretan umat dari berbagai usia membentuk barisan panjang, menanti kesempatan untuk menjabat tangan Uskup Hironimus. Mereka menyambut bukan hanya dengan tangan, tetapi juga dengan hati.
Dipimpin oleh Pastor Paroki RD Adrianus Bae Meman bersama Pastor Rekan RD Peter Seto Dai, para suster, pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), Pemuda Katolik dan seluruh umat, momen ini terasa sakral.
Hadir pula Pastor dari Paroki Santo Petrus Pantai Baru, RD Dionisius Manikin, yang ikut mengantar sang Uskup ke Ba'a.
Di dalam gereja, suasana semakin khidmat. Lagu "Pasce Oves Meas" (Gembalakanlah Domba-domba-Ku) yang menjadi motto penggembalaan Uskup Hironimus, dinyanyikan dengan penuh penghayatan.
Lagu itu tak hanya menjadi pengiring liturgi, tetapi juga pesan mendalam akan panggilan pelayanan yang dijalankan penuh kasih dan pengorbanan.
Usai perayaan, Uskup tidak langsung beranjak. Di teras pastoran, ia duduk bersama umat, berdialog hangat, mendengar cerita-cerita kehidupan dan harapan mereka.
Dalam kesederhanaan itulah terasa kekuatan dari seorang pemimpin iman yang hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai saudara.