Rabu, 6 Mei 2026

Ikan Paus Terdampar di Rote Ndao

55 Ekor Paus Pilot Terdampar di Pantai Rote Ndao, 21 Ekor Mati

Namun demikian ia menyebut penyebab pasti dari peristiwa tersebut masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut melalui analisis komprehensif

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto 55 Ekor Paus Pilot Terdampar di Pantai Rote Ndao, 21 Ekor Mati
TRIBUNFLORES. COM/HO-BALAI KELAUTAN KUPANG
PENGUKURAN - Tim dari Balai Pengelolaan Kelautan Kupang ketika melakukan pengukuran terhadap puluhan paus pilot yang terdampar di pesisir pantai Kabupaten Rote Ndao, Selasa, (10/3/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Dari kurang lebih 55 ekor paus pilot, 34 ekor berhasil diselamatkan, 21 ekor mati.
  • Dugaan karena ikatan sosial kuat antar paus, gangguan navigasi, kondisi pantai, dan kesehatan atau lingkungan laut, tapi masih diteliti lebih lanjut.
  • Kolaborasi KKP, TNI AL, Polri, konservasi, pemerintah daerah, dan masyarakat berhasil menyelamatkan paus dan mengurus bangkai secara aman.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - 34 ekor paus pilot yang terdampar di pesisir Pantai Mbadokai, Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao berhasil diselamatkan. 

Dari sekitar 55 ekor paus yang ditemukan terdampar, sebanyak 34 ekor digiring kembali ke laut melalui operasi penyelamatan yang melibatkan banyak unsur, sementara 21 ekor lainnya ditemukan dalam kondisi mati.

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Kupang, Imam Fauzi Rabu, (11/3/2026) menjelaskan bahwa fenomena paus terdampar secara massal merupakan kejadian yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Beberapa faktor yang diduga berpengaruh antara lain ikatan sosial yang kuat antar individu paus, gangguan sistem navigasi akibat kebisingan di laut, kondisi geografis pantai yang landai, serta faktor kesehatan maupun perubahan kondisi lingkungan laut.

Baca juga: Seekor Ikan Paus Terdampar di Pesisir Pantai Temkuma Wini TTU NTT

Perlu Kajian Ilmiah

Namun demikian, ia menyebut, penyebab pasti dari peristiwa tersebut masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut melalui analisis yang komprehensif.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menyampaikan apresiasi atas respons cepat berbagai pihak dalam menangani peristiwa tersebut.

Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, organisasi konservasi serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam upaya penyelamatan paus yang terdampar di wilayah tersebut.

“KKP mengapresiasi sinergi aparat, pemerintah daerah, organisasi konservasi, dan masyarakat yang bergerak cepat melakukan penyelamatan paus pilot yang terdampar di Rote Ndao. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga kelestarian biota laut yang dilindungi sekaligus memastikan penanganan satwa laut dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Adapun, upaya penyelamatan tersebut dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Kupang dengan dukungan aparat keamanan, organisasi konservasi, pemerintah daerah serta masyarakat setempat setelah laporan paus terdampar diterima pada 9–10 Maret 2026.

Peristiwa ini bermula pada Senin, 9 Maret 2026 sekitar pukul 17.15 WITA ketika Balai Pengelolaan Kelautan Kupang Wilayah Kerja Rote Ndao menerima laporan dari Pangkalan TNI AL Pulau Rote terkait kemunculan kawanan paus pilot di Pantai Batutua. 

Personel dari TNI Angkatan Laut melalui LANAL Pulau Rote bersama aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia dari Polsek Rote Barat Daya segera bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya penggiringan paus kembali ke laut menggunakan kapal.

Upaya awal tersebut sempat berhasil mengarahkan sebagian kawanan paus menjauh dari pantai. Namun beberapa jam kemudian, sekitar pukul 21.30 WITA, laporan kembali diterima bahwa sebagian paus kembali terdampar di Pantai Mbadokai, Desa Fuafuni. 

Prajurit TNI AL, aparat kepolisian serta masyarakat setempat kemudian berupaya menggiring paus menuju perairan yang lebih dalam guna menyelamatkan individu yang masih hidup.

Keesokan harinya, Selasa 10 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 WITA, tim dari Balai Pengelolaan Kelautan Kupang Wilayah Kerja Rote Ndao tiba di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Tim tersebut juga didampingi organisasi konservasi Thrive Conservation dan Blue Forest yang memiliki pengalaman dalam penanganan satwa laut terdampar.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved