Minggu, 12 April 2026

ETMC Ende 2025

Ini Alasan PSKN Kefamenanu Tidak Ikut ETMC 2025 di Ende

Ketua KONI Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo memastikan Tim Sepak Bola kebanggaan Kabupaten TTU

Tayang:
Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Ini Alasan PSKN Kefamenanu Tidak Ikut ETMC 2025 di Ende
TRIBUNFLORES.COM/HO-PSKN KEFAMENANU
SKUAD - Skuad PSKN Kefamenanu yang berlaga di El Tari Memorial Cup Rote Ndao tahun 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Ketua KONI Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo memastikan Tim Sepak Bola kebanggaan Kabupaten TTU, PSKN Kefamenanu bakal tidak ambil bagian dalam turnamen ETMC yang digelar di Ende tahun ini.

Meskipun demikian, orang nomor satu Kabupaten TTU ini menyebut KONI TTU lebih fokus pada pengembangan bakat atau SDM pesepak bola di Kabupaten TTU.

Melalui turnamen LPI dan beberapa turnamen lainnya di Kabupaten TTU yang telah digelar, KONI berencana merekrut anak berbakat untuk disekolahkan di sekolah bola. 

"Jadi anggaran untuk PSSI Kabupaten TTU untuk sepak bola itu sekarang kita sekolahkan anak-anak minimal 2 tahun," ucapnya, Senin, 20 Oktober 2025.

 

Baca juga: Kajati NTT:Jangan Serahkan Rumah Hanya Sebagai Seremonial

 

 

Dengan harapan, ketika tuntas mengikuti pendidikan sekolah bola dalam kurun waktu 2 tahun, anak-anak yang tergabung PSKN Kefamenanu ditargetkan harus menang jika ambil bagian dalam turnamen ETMC.

Menurutnya, belajar pada pengalaman beberapa waktu terakhir, PSKN Kefamenanu selalu memetik hasil negatif di turnamen ETMC, Falentinus menilai pengembangan SDM pemain muda itu yang mesti menjadi fokus perhatian.

"Mendingan uang itu kita tahan, kita sekolahkan (anak-anak muda di sekolah bola)," ungkapnya.

Mereka boleh disekolahkan di sekolah bola sesuai porsi anggaran yang dimiliki oleh Askab TTU. Jika memungkinkan menyekolahkan sebanyak 4 atau 6 orang maka mereka akan diberangkatkan.

Langkah tersebut merupakan target jangka panjang mendorong kualitas SDM pesepakbola dan juga prestasi untuk generasi muda di Kabupaten TTU.

"Jadi kita tidak target jangka pendek untuk meramaikan setiap event," ujarnya.

Pemkab TTU, kata Falentinus, memastikan akan membayar denda yang diajukan jika tidak berpartisipasi nantinya. Meskipun demikian, membayar denda dipandang lebih efektif.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved