ETMC Ende 2025
Ini Alasan PSKN Kefamenanu Tidak Ikut ETMC 2025 di Ende
Ketua KONI Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo memastikan Tim Sepak Bola kebanggaan Kabupaten TTU
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Skuad-PSKN-Kefamenanu-yang-berlaga-di-El-Tari-Memorial-Cup-Rote-Ndao.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Ketua KONI Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo memastikan Tim Sepak Bola kebanggaan Kabupaten TTU, PSKN Kefamenanu bakal tidak ambil bagian dalam turnamen ETMC yang digelar di Ende tahun ini.
Meskipun demikian, orang nomor satu Kabupaten TTU ini menyebut KONI TTU lebih fokus pada pengembangan bakat atau SDM pesepak bola di Kabupaten TTU.
Melalui turnamen LPI dan beberapa turnamen lainnya di Kabupaten TTU yang telah digelar, KONI berencana merekrut anak berbakat untuk disekolahkan di sekolah bola.
"Jadi anggaran untuk PSSI Kabupaten TTU untuk sepak bola itu sekarang kita sekolahkan anak-anak minimal 2 tahun," ucapnya, Senin, 20 Oktober 2025.
Baca juga: Kajati NTT:Jangan Serahkan Rumah Hanya Sebagai Seremonial
Dengan harapan, ketika tuntas mengikuti pendidikan sekolah bola dalam kurun waktu 2 tahun, anak-anak yang tergabung PSKN Kefamenanu ditargetkan harus menang jika ambil bagian dalam turnamen ETMC.
Menurutnya, belajar pada pengalaman beberapa waktu terakhir, PSKN Kefamenanu selalu memetik hasil negatif di turnamen ETMC, Falentinus menilai pengembangan SDM pemain muda itu yang mesti menjadi fokus perhatian.
"Mendingan uang itu kita tahan, kita sekolahkan (anak-anak muda di sekolah bola)," ungkapnya.
Mereka boleh disekolahkan di sekolah bola sesuai porsi anggaran yang dimiliki oleh Askab TTU. Jika memungkinkan menyekolahkan sebanyak 4 atau 6 orang maka mereka akan diberangkatkan.
Langkah tersebut merupakan target jangka panjang mendorong kualitas SDM pesepakbola dan juga prestasi untuk generasi muda di Kabupaten TTU.
"Jadi kita tidak target jangka pendek untuk meramaikan setiap event," ujarnya.
Pemkab TTU, kata Falentinus, memastikan akan membayar denda yang diajukan jika tidak berpartisipasi nantinya. Meskipun demikian, membayar denda dipandang lebih efektif.