Tempat Wisata Manggarai
Cuaca Buruk, Wisatawan Diimbau Tunda Perjalanan ke Kampung Wae Rebo NTT
Pengelola destinasi Kampung Adat Wae Rebo mengimbau wisatawan menunda perjalanan ke kampung adat tersebut karena cuaca buruk.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/kampung-terindah-di-Pulau-Flores.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Pengelola destinasi Kampung Adat Wae Rebo, Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengimbau wisatawan menunda perjalanan ke kampung adat tersebut karena cuaca buruk.
Imbauan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi @warebo.official, Selasa (9/9/2025), menyusul hujan deras dan tanah longsor yang terjadi di kawasan Wae Rebo.
“Cuaca buruk, hujan dan tanah longsor. Mohon menunda perjalanan Anda ke Wae Rebo. Tetap waspada dan jaga keselamatan,” tulis pengelola dalam unggahan Instagram Story.
Selain itu, pengelola juga melaporkan jembatan penghubung dari Labuan Bajo menuju Wae Rebo putus akibat debit air yang meningkat karena curah hujan dengan intensitas tinggi.
Baca juga: Pendakian ke Kampung Wae Rebo Dibatasi hingga Pukul 4 Sore
Berdasarkan prakiraan BMKG, Selasa (9/9/2025), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi melanda wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Pulau Sumba, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Malaka.
BMKG menyebutkan, potensi pembentukan awan hujan didukung oleh kondisi labilitas lokal yang kuat sehingga mendukung proses konvektif skala lokal.
Kondisi ini diperkirakan terjadi di wilayah NTT selama sepekan ke depan, 9–15 September 2025.
Baca juga: Wae Rebo Masih Ditutup, Ada 2 Rekomendasi Wisata Kampung Adat di Manggarai yang Bisa Kunjungi
Gelombang atmosfer Rossby, Kelvin, serta Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih aktif di sebagian besar wilayah Indonesia dalam sepekan mendatang.
Kampung Wae Rebo berada di ketinggian 1.120 meter di atas permukaan laut, dikelilingi pegunungan dan hutan tropis lebat. Lokasinya yang terpencil membuat desa ini dijuluki “Surga di Atas Awan” di Pulau Flores.
Berkat keindahannya, Wae Rebo dinobatkan sebagai salah satu kota kecil tercantik di dunia oleh The Spectator Index pada Maret 2024 lalu
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News
| Labilitas Lokal Dukung Terbentuknya Awan Hujan di NTT, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Prospek Cuaca 9-15 September 2025, BMKG: Waspada Peningkatan Curah Hujan Sebagian Wilayah Indonesia |
|
|---|
| Makna di Balik 7 Rumah Adat "Mbaru Niang'' di Kampung Wae Rebo, Desa Terindah di Dunia |
|
|---|
| Wae Rebo Masih Ditutup, Ada 2 Rekomendasi Wisata Kampung Adat di Manggarai yang Bisa Kunjungi |
|
|---|