Berita Ngada
Keluarga Flobamora Mimika Papua Bantu Rp 30 Juta untuk Korban Banjir Malapedho di Ngada
Banjir di Kampung Malapedho Ngada mengundang simpati Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Kabupaten Mimika di Papua mengirim bantuan Rp 30 juta
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Gordi Donofan
TRIBUN FLORES.COM ,PAPUA - Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Kabupaten Mimika, Papua menyerahkan bantuan dana Rp 30 juta kepada warga Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Warga Malapedho merupakan korban banjir bandang yang terjadi Jumat 3 September 2021 malam.
Bantuan berupa uang itu langsung diterima oleh Hendrikus Gata yang mewakili korban Milka (4) yang meninggal dan Anastasia Dhone yang mewakili korban Maria Goreti Dhiu yang juga meninggal serta suaminya Mikel Jekot yang hingga hari ini masih hilang.
Ketua Pemuda Flobamora Papua, Martin Soro menjelaskan, bantuan yang dikirimkan itu merupakan bentuk kepedulian para masyarakat asal Flobamora yang berada di Kabupaten Mimika Papua terhadap para korban banjir bandang di Malapedho.
Baca juga: Arwah Leluhur Diminta Bantuan Temukan Korban Banjir di Malapedho Ngada
“Kami merasa sangat sedih dan turut berduka dengan peristiwa yang memilukan itu. Oleh karena itu setelah melakukan rapat bersama para orang tua dan pengurus, Ketua IKF Mimika Papua Marten LL Moru memutuskan untuk membantu para korban dengan uang kas milik IKF Mimika Papua sebesar 30 Juta Rupiah. Hal ini berkat pendekatan dari Ketua Suku Ngada Nagekeo juga yakni Bapak Antonius Lado,” ungkap Martin dalam siaran pers yang diterima TRIBUN FLORES.COM Kamis 9 September 2021.
Menurut Martin, uang sebesar 30 Juta Rupiah itu dibagi dua untuk keluarga Hendrikus Gata sebesar 15 Juta Rupiah dan keluarga Anastasia Dhone sebesar 15 Juta Rupiah.
“Mereka mau buat upacara adat keo rado jadi kita sumbang untuk dua keluarga ini beli kerbau. Ya semoga membantu,” ujar dia.
Sedangkan untuk 5 KK yang rumahnya rusak parah parah diterjang banjir, Martin menyampaikan bahwa akan ada sumbangan dari IKF Papua untuk gelombang berikutnya.
Baca juga: Duda 52 Tahun di Ngada Diduga Tiduri Pelajar, Kini Usia Kandungan Lima Bulan
“Untuk KK yang rumah mereka rusak itu, kami akan kirimkan dalam waktu dekat. Mungkin hari Sabtu ini, atau Minggu depan untuk mereka juga bisa gunakan. Walaupun sedikit, saya berharap dapat meringankan beban para korban. Untuk dana di gelombang kedua ini, kami para pemuda Flobamora menggalang dana secara door to door. Jadi, semua masyarakat kita asal NTT yang berada di Papua kita minta, kita ketuk hati mereka supaya bisa menyisihkan bantuan untuk para korban di Inerie,” tambah Martin.
Martin melanjutkan bahwa, selama ini, IKF Mimika Papua juga biasa membantu para korban bencana yang terjadi di wilayah lain.
“Jumlah anggota IKF Mimika Papua itu ratusan KK. Kita semua juga sering bantu para korban bencana di daerah lain di NTT atau bencana nasional lainnya. Kita saling menopang dan mendukung. Karena semua itu adalah bagian dari kita,” imbuhnya.
Martin Soro menuturkan jika dana yang dikirimkan untuk para korban bencana di Malapedho oleh IKF Mimika Papua itu diterima dan diserahkan oleh salah satu tim dari Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua yang bernama Yohanes Ekoprasetyo Watu.
Baca juga: Satu Korban Banjir di Malapedho Ngada Belum Ditemukan
Sementara itu, Ketua Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua, Arnoldus Wea menjelaskan dirinya sangat mengapresiasi IKF Mimika Papua yang membantu para korban banjir bandang di Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada.
“Saya dari AW Foundation dan juga sebagai putra Malapedho sangat mengapresiasi dukungan berupa bantuan dari Ikatan Keluarga Flobamora Kabupaten Mimika. Ini menjadi pelajaran penting untuk generasi muda di masa datang untuk selalu peka terhadap permasalahan sosial seprti bencana alam yang terjadi di NTT,” ungkap Arnoldus.