Berita Ende

Warga Tetandara Desak Pemda Ende Atasi Banjir di Pemukiman

Warga Kelurahan Tetandara di Kota Ende membutuhkan langkah konkrit Pemda Ende mengatasi banjir yang menjadi langganan setiap musim hujan

Editor: Egy Moa
Tribun Flores.com/Oris Goti
Banjir menggenangi pemukiman warga Kota Ende, Kamis 23 September 2021 

Dia mengatakan hujan deras sekitar pukul 10.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita menyebabkan banjir menggenangi rumah warga RT 07 termasuk kios milik Bunda Agus tempat menyimpan beras bantuan.

Baca juga: Pisang Berangan,Ubi Nuabosi dan Tenun Ikat Ende Didaftarkan HAKI

"Jadi pas banjir air masuk ke dalam kios.Saya bingung, mau angkat bagaimana saya orangtua sendiri, mau minta bantu warga tapi mereka juga sibuk urus meraka punya rumah yang kena banjir juga," ungkapnya.

Bunda Agus lalu menyampaikan perihal beras tersebut kepada warga setempat.

Total bantuan beras sebanyak 15 karung berisi 10 Kg/karung.

"Saya sedih sekali, kasihan meraka (penerima bantuan) tidak dapat beras," ungkapnya.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende mencatat 151 rumah terendam banjir.

Baca juga: BPBD Ende Turun ke Lokasi Banjir dan Kebakaran

Sekretaris BPBD Ende, Ida Muda Mite mengatakan rumah yang terendam banjir  tersebar di RT 05, 06, 07 dan 08 di Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan.

"Data warga yang terdampak belum terdata lengkap untuk sementara kami masih menunggu laporan dari kelurahan-kelurahan. Saya minta para lurah catat semua dampak banjir,"ujar Ida Muda Mite.

BPBD Kabupaten Ende, kata Ida sejak kemarin sudah turun ke lokasi banjir  melakukan penanganan darurat, menyedot air menggunakan mesin penyedot.

Ida mengatakan, dampak hujan deras juga mengakibatkan terjadi longsor di Woloweku, Kelurahan Rewarangga Selatan. Satu rumah warga terdampak dan pembatas saluran air di pertigaaan patah.

Baca juga: Ketrampilan Warga Binaan Lapas Ende Diapresiasi Ketua Dekranasda Ende

Selain itu pondasi satu rumah warga di Potu, Kelurahan Kota Ratu, ambruk.

"Tadi kami sudah distribusikan 50 karung untuk diisi pasir atau tanah untuk topang pondasi rumah yang sudah tergantung," ungkapnya.

Berita Ende lainnya

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved