Kamis, 9 April 2026

Berita Nagekeo

Penenun di Nagekeo dapat Workshop Pelatihan Pewarnaan Benang

Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek memberikan pelatihan kepada penenun Nagekeo

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Penenun di Nagekeo dapat Workshop Pelatihan Pewarnaan Benang
TRIBUN FLORES.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Para peserta saat mengikuti kegiatan pelatihan pewarnaan benang di Aula Hotel Pelita, Senin 4 Oktober 2021 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM,Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUN FLORES.COM,MBAY-Penenun di Kabupaten Nagekeo mendapatkan workshop pelatihan pewarnaan benang dari Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat
(Dit KMA) Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek.

Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari tersebut mulai dari tanggal 4-8 Oktober 2021 di Aula Hotel Pelita.

Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Christriyati Ariani, M.Hum mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah memberikan wawasan dan pengetahuan kepada penenun tentang teknik pewarnaan benang untuk tenun ikat dan meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri bagi perempuan petenun untuk tetap melestarikan teknologi yang mereka miliki,

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk dapat membangun semangat dan bermotivasi untuk terus berkarya dan berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman.

Baca juga: Dua Taman Kanak-kanak Negeri Diresmikan Wakil Bupati Nagekeo

"Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 40 orang generasi muda, perempuan petenun. Narasumber adalah para ahli dari Tim Warlami," ungkapnya.

Kegiatan workshop tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja.

Dalam sambutannya, Wabup Marianus mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini, Kemendikbudristek yang telah memilih Kabupaten Nagekeo sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan pelatihan pewarnaan benang dengan bahan alami bagi penenun Nagekeo.

"Dalam perjalanan pulang dari Ndora menuju Hotel Pepita, dalam benak, sambil saya merefleksikan begitu luar biasa pemerintah pusat masuk sampai bagaimana memberikan pelatihan pewarnaan tenun. Pemerintah Pusat luar biasa sampai sedatail ini yang mungkin bagi kami di wilayah ini merasa biasa biasa saja," ujarnya.

Baca juga: Bupati Nagekeo,Lokasi Waduk Lambo Bukan Keputusan Jokowi, Laiskodat Apalagi Don Bosco

Lebih lanjut, Wabup Marianus mengatakan bahwa dimasa kepemimpinan pemerintah yang sekarang, sudah dari awal telah memperkenalkan proses pengolahan tenun ikat dengan menggunakan pewarna alami.

"Benar bahwa dalam masa Kepemimpinan Bapak Bupati dr. Don Bosco sudah dari awal awal perkenalkan ini dan dimana mana sudah mulai berkembang. Dan ini pemerintah pusat masuk dengan bagaimana memberikan pelatihan tentang pewarna alami," ungkapnya.

Menurutnya, dengan pelatihan tersebut, pemerintah pusat mau mengajak untuk melihat kembali bahwa masyarakat yang mempunyai budaya adalah masyarakat yang menghargai identitas budaya nenek moyang sehingga ketika orang menghargai budaya tenun, berarti menunjukan inilah identitas sebagai orang Nagekeo.

Ia juga menyebut bahwa, Kabupaten Nagekeo memiliki lima motif tenun diantaranya Ragi Bay, Dhowik Mbay, Telopoy, Hoba Nage dan Luka Tonggo. Jadi terdapat 4 songket dan 1 tenun ikat.

Baca juga: Pembangunan Waduk Lambo Rp 1,4 Triliun Ditolak Warga Malapoma Nagekeo

"Kami sungguh berbangga bahwa ibu Dekranasda dan PKK mencoba menggerakkan ini meski disana sini masih banyak kekurangan.

Bagaimana kemauan pemerintah untuk memberdayakan semua lapisan masyarakat, bagaimana upaya pemerintah agar tidak ada di Nagekeo itu yang umur produktif menganggur," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved