Berita NTT
Kolaborasi Musisi NTT Hadirkan Enam Lagu Natal
Penyanyi kondang NTT,Yanti Sedo berkolaborasi dengan penulis lagu Xaverius Taek dan produser Tony Darmansyah melahirkan album Sukacita Natal 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Penyanyi-NTT.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Michaella Uzurasi
TRIBUN FLORES.COM,KUPANG-Penyanyi kondang NTT, Yanti Sedo berkolaborasi dengan penulis lagu NTT, Xaverius Taek dan diproduseri oleh Tony Darmansyah melahirkan album Sukacita Natal yang berisi enam lagu.
Enam lagu tersebut adalah Warta Kelahiran Yesus, Natal dan Kehadiranmu, Semarak Damai Natal, Krc. Malam Kudus, Demi Penebus Dunia, Sang Ada dan Kasih.
Yanti mengatakan, album natal tersebut dipersiapkan hanya selama kurang lebih dua minggu dari proses awal hingga akhir. Yanti yang adalah penyanyi kondang NTT, juga merupakan pendiri sekaligus Ketua Ikatan Musik Country NTT sehingga tidak begitu kesulitan menyesuaikan dengan lagu dari pencipta yang lebih dominan ke musik country.
"Album itu ada country bluegrass, ada country waltz, keroncong juga, tapi memang lebih dominan country," kata Yanti, Sabtu, 11 Desember 2021.
Baca juga: Orasi Hari HAM Sedunia; Sembur Paus NTT Kritisi Penindasan Masyarakat Adat
Karya tersebut mendapat banyak perhatian dari para penikmat musik dari dalam negeri hingga ke mancanegara.
"Saya bersyukur bahwa channel saya ini bisa berkembang sampai di luar negeri, ada yang di Malaysia, Singapura dan Amerika dan saya berterimakasih album Natal baru 9 hari bisa sampai segitu banyak viewersnya," kata Yanti.
Dia berharap pesan yang disampaikan oleh lagu ini bisa berguna untuk masyarakat dan bisa menghibur semua yang mendengarnya.
Terkait pesan yang terkandung dalam lagu, sang penulis, Xaverius Taek mengungkapkan, judul album diambil yang umum, Sukacita Natal, tetapi secara materi, filosofi, sudut pandang teologis dan biblisnya, penulis ingin menyampaikan melalui lagu - lagu ini bahwa Sabda telah menjadi Manusia atau Firman telah menjadi Manusia.
"Jadi keseluruhan lagu menceritakan itu," imbuhnya.
Baca juga: Kapolda NTT Santuni Keluarga Almarumah Astri Manafe
Lagu kedua yang berjudul Natal dan Kehadiranmu, lanjut dia, adalah refleksi bahwa momentum Natal bukan cerita gembira untuk semua orang.
"Jadi, khusus lagu kedua itu dia memang cerita bagaimana orang rindu Natal tetapi ada banyak halangan. Katakanlah saudara - saudara yang masih di bui, atau mereka yang karena panggillan tugas jadi masih di laut, atau yang masih terbaring di rumah sakit, itu yang mau kita lihat bahwa kerinduan itu ada dan keluarga tetap mendukung karena itu memang tidak bisa ditunda, artinya kehidupan harus terus berlangsung jadi semua itu kita maknai sebagai bakti kita," jelas Xaver.
"Kalau penghayatan biblis - teologis itu terangkum di lagu keroncong karena itu saya tulis berdasarkan Alkitab dari Kejadian sampai Injil Lukas. Bahwa manusia jatuh dalam dosa tetapi ada janji keselamatan di situ dan itu terpenuhi malam Natal Tuhan mewujudkan itu, datang penyelamat," lanjutnya.
Xaver berharap, para penikmat musik bisa membiasakan diri untuk menyerap pesan - pesan dari lagu karena nilai - nilai artistik dari sebuah lagu sebenarnya terletak pada lirik lagu.
Baca juga: Dugaan Pembunuhan Astri Manafe; Ny.Randi Izin Mengajar Diperiksa Polda NTT
"Kalaupun dalam banyak kesempatan hal itu belum jadi perhatian, katakanlah musik - musik yang ditujukan untuk sekedar bergembira tetapi pada dasarnya lagu itu adalah bentuk lain nilai artistik dari penulis berupa pesan yang ingin disampaikan ke pendengar karena pesan lagu yang ingin disampaikan ini yang menginspirasi kita untuk bagaimana aransemennya, bagaimana notasinya, pilihan - pilihan diksi yang digunakan untuk menyampaikan pesan itu," terangnya.
Produser, Tony Darmansyah dalam kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya sendiri tergantung dari pencipta lagu.
"Kalau pencipta sudah lempar karyanya ya paling tidak saya harus sambut," kata Tony.
"Saya punya prinsip bahwa kalau masih ada lagu - lagu ori kenapa saya harus cover lagu lain. Karena kalau kita cover lagu lain kecuali pencipanya tidak ada. Ini orangnya ada di depan hidung dengan karya yang maha dahsyat ini bagaimana saya harus lepas beliau," ujarnya sembari tertawa.
Baca juga: Komisi VIII DPR RI Kunjungi NTT, Bangun Sinergi Hadapi Bencana Alam
Tony mengungkapkan, kedepan sudah direncanakan untuk mengusahakan musik country bernuansa daerah sehingga daerah - daerah yang memiliki tempat wisata menarik dan adat istiadatnya bisa dikenakan dengan musik country daerah.
"Seperti lagu keroncong ini kan orang selama ini berpikir bahwa nyanyi lagu keroncong itu dengan kebaya dan pakaian Jawa tapi kemarin kami berubah gunakan pakaian adat ternyata pas. Banyak tanggapan, banyak yang telepon saya dari Jakarta juga teman - teman telepon wah ternyata bagus keroncong dengan pakaian adat. Kalau bisa lagu - lagu yang dinyanyikan ini selain keroncong itu dengannegan pakaian adat," ungkap Tony.
"Saya sebagai pendukung supaya semua lancar yang penting satu karya om Xaver itu tercapai, penyanyinya sudah mendukung terus fotografernya juga mendukung," tambahnya.
Dikatakan Tony, untuk membuat satu lagu bukan perkara gampang namun karena kolaborasi dan dukungan dari setiap personil, album ini bisa digarap dengan cepat bahkan dalam 2 bulan ini sudah 12 lagu yang dihasilkan.
Baca juga: Komisi Pemberantasan Korupsi Beri Penghargaan Kejati NTT
"Kalau normal itu waktu yang dibutuhkan paling cepat sampai proses video, satu lagu dua minggu itu sudah paling kebut. Tapi ini enam lagu rampung semua dalam dua minggu," kata Xaver menimpali.
Menurut Tony, pesan dalam lagu - lagu di album Sukacita Natal yang ingin disampaikan oleh penciptanya bersifat umum sehingga bisa didengarkan baik oleh Gereja Katolik maupun Protestan yang merayakan Natal.