Breaking News:

Berita Kota Kupang

Kejati NTT Beri Atensi Khusus Kasus Pembunuhan Astri dan Lael di Kota Kupang

Dia mencontohkan kasus Yustinus Tanaem alias Tinus Perko dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap anak dibawa umur.

Editor: Gordy Donovan
Tribun Flores.Com
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi NTT, Abdul Hakim. 

TRIBUN FLORES.COM, KUPANG - Kepala Kejaksaan Tinggi ( Kejati) NTT, Dr. Yulianto, memberi atensi khusus terhadap kasus yang terjadi di Kelurahan Penkase Kota Kupang.

Kasus dengan korban ibu dan anak itu, disebut menjadi perhatian orang nomor satu di Kejati NTT.

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, mengatakan persoalan kemanusiaan, khususnya yang terjadi di NTT akan mendapat hukuman yang maksimal.

Dia mencontohkan kasus Yustinus Tanaem alias Tinus Perko dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap anak dibawa umur.

Baca juga: BAP Pembunuhan Astri dan Lael Dilimpahkan Polda NTT ke Kejati NTT

Menurutnya, kejadian semacam ini memang tidak ditolerir oleh Kepala Kejati NTT, Dr. Yulianto. Hal ini juga berlaku pada kasus dengan tersangka Randi Badjideh yang diturut menjadi perhatian Kepala Kejati NTT.

"Termasuk yang di Penkase itu kan termaksud sadis juga toh. Atensi pimpinan itu," tegas Abdul Hakim, Kamis 6 Januari 2022.

Disinggung perihal pertemuan Kapolda NTT dan Kejati NTT sehari kemarin, apakah turut membahas kasus yang menjadi perhatian publik itu, Abdul Hakim menyebut pertemuan itu hanya membahas penegakan hukum dan keamanan di NTT.

Abdul mengaku, materi-materi seperti kasus tersebut tidak dibahas dalam silahturahmi pertemuan tersebut.

Ia menegaskan, kasus seperti dilakukan Tinus Perko dan di Kelurahan Penkase Kota Kupang, menjadi atensi khusus pimpinan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Rishian Krisna B, S.H., S.I.K., M.H., ketika dihubungi Pos Kupang, Senin 20 Desember 2021 sore, mengaku pengenanan pasal berlapis itu setelah pihak penyidik melakukan penyidikan dan berkoordinasi dengan kejaksaan.

Baca juga: Forensik Digital dan GPS di Mobil, Penyidik Polda NTT Beberkan Kronologi Randi Habisi Astri dan Lael

Selain itu, hal tersebut juga diperkuat dengan alat bukti dan perkembangan hasil penyidikan. Pihaknya pun berkesimpulan dan meyakinkan menetapkan Randi diduga keras melakukan pembunuhan berencana.

Sebelumnya, Randi masih dikenakan pasal 338 tentang pembunuhan, kini dia harus dikenakan pasal 334 tentang pembunuhan berencana dan undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Kombes Pol. Rishian menegaskan motif Randi melakukan perbuatan tersebut karena ingin mengakhiri hubungan dengan Astri dan Lael dengan cara menghilangkan nyawa kedua korban.

Berita Kota Kupang Lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved