Berita Ngada

Kecamatan Wolomeze Disebut Penyumbang Terbesar Angka Stunting di Ngada

Data vesri SSGI ini telah diklarifikasi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Yak Yoseph Mawo.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / PATRIANUS MEO DJAWA
BERI KETERANGAN - Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Yak Yoseph Mawo, memberikan keterangan. Ia memastikan data riil penderita stunting di Kabupaten Ngada terus menurun setiap tahun.(cr3) 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Patrianus Meo Djawa

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Survei nasional perkembangan status gizi balita melalui Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) merilis data tingkat balita stunting di Kabupaten Ngada Tahun 2021 mencapai 29 persen lebih.

Data vesri SSGI ini telah diklarifikasi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Yak Yoseph Mawo.

Kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat 11 Maret 2022, Yak Yoseph, berujar kalau tingginya angka penderita stunting di Kabupaten Ngada versi SSGI didasarkan pada metode pengambilan sampel survei nasional yang hanya melibatkan 10 orang bayi dan balita disetiap desa di Kabupaten Ngada sebagai sampel kasus.

Baca juga: Simpatisan Jeriko Demo saat Pelantikan Pengurus DPD Demokrat NTT

 

Pasalnya, berdasarkan data dinas kesehatan kabupaten Ngada, angka penderita stunting di Kabupaten Ngada tahun 2021 dilaporkan mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2020 sebelumnya.

Tahun 2020, kata Yak Yoseph, sebanyak 1632 dari total 11.725 atau sekitar 15,7 persen bayi dan balita di Kabupaten Ngada mengalami Stunting. Dari jumlah itu, sekitar 33,6 persen penderita stunting berasal Kecamatan Wolomeze.

Sedangkan, Kecamatan Golewa menjadi yang terendah karena hanya menyumbang 5,2 persen saja bayi dan balita stunting.

Sementara, tahun 2021, lanjut Yak Yoseph, dari 10.456 bayi dan balita, 1222 diantaranya atau sekitar 11,7 persen saja balita di Kabupaten Ngada mengalami Stunting. Kecamatan Wolomeze menyumbang sekitar 23,6 persen angka stunting di Kabupaten Ngada meski jumlah penderitanya sedikit mulai menurun.

Baca juga: Angka Stunting Versi SSGI di Ngada Masih Tergolong Tinggi

Sedangkan, penyumbang jumlah Stunting terendah tetap berasal dari Kecamatan Golewa yakni sebesar 7,2 persen meski sedikit lebih banyak bila dibandingkan tahun 2020 sebelumnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved