Berita Maumere

Polisi Periksa Mantan Pjs Kades Compang Cibal di Mapolres Manggarai

Fransiskus tiba di Polres Manggarai sekitar pukul 09:45 Wita. Ia mengenakan pakaian dinas ASN.

Editor: Gordy
TRIBUNFLORES.COM/ CHARLES ABAR
PERIKSA- Mantan Pjs Kades Compang Cibal usai menjalani pemeriksaan di Polres Manggarai,Selasa 15 Maret 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Pihak Kepolisian Resort Manggarai memanggil mantan Penjabat Sementara (Pjs) Desa Compang Cibal, Fransiskus Odi untuk dimintai keterangannya terkait laporan dugaan korupsi, Selasa 15 Maret 2022.

Hal itu dilakukan Polisi menindaklanjuti laporan dugaan korupsi dana desa tahun anggaran 2020-2021 dari Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP) Desa Compang Cibal pada 4 Maret 2022 lalu.

Fransiskus tiba di Polres Manggarai sekitar pukul 09:45 Wita. Ia mengenakan pakaian dinas ASN.

Baca juga: Oknum Aparat Desa Babokerong Kejar dan Pukul Warga

Unit Tipikor Poles Mangarai memeriksa Fransiskus selama kurang lebih satu jam.

Usai menjalani pemeriksaan, Fransiskus menyampaikan maksud kedatangan di Polres Manggarai.

Ia datang untuk memberi keterangan sebagai Pjs kepala desa tahun 2020 hingga 2021 atas laporan dugaan korupsi dana desa oleh AMPP Compang Cibal.

"Hari ini saya dipanggil untuk memberi keterangan terkait laporan dari masyarakat Compang Cibal, terkait keterlibatan, nanti kita liat faktanya,sebagai pejabat saya tidak bisa mendahului dan saya siap untuk diperiksa selanjutnya,"ungkap Fransiskus kepada TRIBUNFLORES.COM.

Sementara itu, sekertaris AMPP Valensius Agung menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Polres Manggarai merespon laporan warga Compang Cibal dalam dugaan korupsi Dana Desa dengan kerugian ratusan juta.

Baca juga: Kejari Flotim Teliti Berkas Perkara Dugaan Fitnah Oknum Pengacara

"Kami dari AMPP menyampaikan apresiasi terhadap respon cepat dari Kapolres Manggarai melalui Unit Tindakan Pidana Korupsi terhadap laporan dugaan korupsi dana desa yang dilakukan oleh mantan Pjs Desa Compang Cibal Fransiskus Odi selama 2 tahun anggaran dengan kerugian sebesar Rp572.000.000,"ungkap Alen.

Bentuk respon cepat Kapolres Manggarai itu menurut Alen, dengan dilakukan pemeriksaan terhadap Fransiskus Odi dan Wensislaus Nakang sebagai bendahara desa.

"Sekali lagi kami sampaikan terimakasih atas tindak cepat dari Kapolres Manggarai,"imbuhnya.

Dia melanjutkan AMPP akan terus mengkawal kasus ini sampai akhir dengan melakukan koordinasi langsung dengan Kapolres Manggarai.

"Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang ikut mendukung perjuangan AMPP lebih khusus teman-teman Wartawan di Manggarai yang aktif memberitakan terkait perjuangan AMPP,"tutup Valensius. (Cr2).

Berita Manggarai Lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved