Berita Maumere

Sambut Duta Baca Indonesia, Siswa SDK Ferari di Sikka Bicara Gunakan Bahasa Inggris

Gol A Gong, yang diberi kesempatan untuk memberi pesan kepada siswa dan guru di SDK Ferari pun tak lupa pula menggunakan bahasa Inggris.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/NOFRI FUKA
SAMBUT - Siswa SDK Ferari Maumere saat menyambut Duta Baca Indonesia, Gol A Gong di Sikka, Selasa 22 Maret 2022. 

Warga begitu takjub akan penampilannya, hal itu diungkapkan oleh beberapa warga yang hadir dalam acara penjemputan itu.

"Kita pikirnya dia ini pakai jas, baju keren, tau-taunya hanya baju biasa, sendal jepit, asli sederhana betul," ungkap beberapa warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Sekedar profil singkat Gol A Gong, nama aslinya adalah Heri Hendrayani Harris. Saat kelas 4 SD ia terjatuh dari pohon dan akibatnya tangan kirinya diamputasi, sejak kejadian itu orang tuanya selalu memotivasi dia untuk melakukan 3 hal yakni, membaca buku, berolahraga dan mendengarkan dongeng sebelum tidur, hal itu berlangsung sejak ia kelas 5 SD tahun 1975.

Ia menceritakan, tiap hari ia berolahraga, mengejar bapanya yang mengendarai motor Vespa, adapun hasil dari usahanya, tahun 1986 sampai 1989 ia juara badminton se Asia Pasifik untuk penyandang cacat, ia juga pernah dikirim ke Jepang dan ia juara, selama 4 tahun ia berhasil menyumbang 5 emas untuk cabor badminton.

Terkait pendidikan, Gol A Gong, berkuliah di Fakultas Sastra, dan menghasilkan 126 buku, pernah bekerja di stasiun televisi RCTI, di Kompas Gramedia dan tempat-tempat lain yang menurut dia itu terhormat.

Selain itu Filmnya yang terbaru akan tayang pada beberapa waktu yang akan datang berjudul Balada si Roy.

"Balada si Roy mungkin tayang setelah lebaran," ungkapnya dalam sambutannya di rumah Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo.

Dalam meningkatkan literasi masyarakat, Gol A Gong dan temannya membangun komunitas baca bernama Rumah dunia, seluas 4000 meter. Rumah itu dari uang yang ia dapat saat ikut kejuaraan di Jepang yang berjumlah 2 milyar, Rp. 48 juta, selain itu uangnya juga ia gunakan untuk membangun gedung kesenian, perpustakaan, futsal, lapangan badminton di tanah seluas 4000 meter itu. Adapun tanah itu dibeli secara gotong royong dengan teman-temannya di Sarang, Banten.

Baca juga: Bocah Pedalaman Ende Berlari Bawa Meter Ukur, Boy : Mau Bangun Jembatan di Sungai Lowolaka

Tahun 2010 sampai 2015, Menteri M. Nuh, meminta Gol A Gong menjadi ketua umum forum taman baca masyarakat, setelah itu tahun 2021 ia diminta oleh (perpustakaan nasional) perpusnas untuk menjadi duta baca Indonesia, meneruskan apa yang telah dibangun oleh Duta Baca Indonesia sebelumnya Najwa Syihab.

Diceritakan olehnya, awalnya ia menolak, namun berkat dorongan perpusnas ia dapat mengemban tugas itu.

"Awalnya saya tolak karena tak sempurna, tapi berkat dorongan perpusnas itu yang menyempurnakan pekerjaan-pekerjaannya," ujarnya.

Ia juga menegaskan, yang menyempurnakan dan melengkapi semua ada kerja tim, bukan perorangan.

"Tak ada kesuksesan yang didapat secara sendiri melainkan melalui kerja tim," Katanya.

Ia mengungkapkan, ia sudah terbiasa bersafari ke kampung-kampung bersama keluarga bahkan sendiri, mengendarai mobil sendiri, bahkan juga pernah ke Ende, setiap uang yang ia dapat ia bagi dua, ia berkeliling ke desa-desa, bagi-bagi buku, bahkan sampai di Papua.

"Saya sudah terbiasa seperti ini, berkeliling, membagi buku ke masyarakat, hal itu saya lakukan sejak tahun 2000 baik sendiri maupun dengan keluarga," jelasnya

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved