2 Pria Tewas dalam Rumah

Kisah Istri Usai Sang Suami Ditemukan Meninggal Dunia di Nagekeo

Kepolisian Resort Nagekeo hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi ihwal kematian para korban

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PATRIANUS MEO DJAWA
BERI KETERANGAN - SW (40), istri dari YR ketika memberikan keterangan kepada pihak kepolisian Resort Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 22 Maret 2022. 

Hingga saat ini, Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait dengan penyebab utama kematian Kalistus. Informasi dari tetangga di TKP, Kalistus diduga kuat meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam.

Orang yang pertama kali mengetahui kondisi KA adalah NB (35).

Kepada TRIBUNFLORES.COM, NB mengaku dirinya berniat memantau aktifitas KA dan YR didalam rumah itu.

NB kaget setelah melihat KA dengan kondisi bersimbah darah didalam rumah YR (46). Sedangkan, didalam rumah itu ada YR, juga ditemukan tewas tergantung pada seutas tali.

Kejadian itu cukup menggegerkan warga sekitar TKP. Setelah warga dan Polisi mendatangi TKP, kedua tubuh itu kemudian dibawa ke RSD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Hukum Tuhan Membebaskan dan Menyelamatkan Kita

Menurut Hendrikus Dhenga, rekan advokadnya, Kalistus merupakan orang yang sangat rendah diri dan sangat menghormati teman dan keluarga.

"Dia (Kalisitus Amekae) selalu minta kami untuk menilai dia. Minta kami untuk menegur bila dia ada salah selama mengadvokasi masalah atau menangani perkara. Dia tidak ego, dia pendengar dan penuntun yang baik," kata Hendrikus.

Jasad Kalistus Amekae saat ini telah dipindahkan kerumah Florentinus Pone, Kakak sulungnya didalam kawasan Hotel Santalum, Kota Mbay.

Sebelumnya, jasadnya sempat disemayam sementara didepan rumah milik mertuanya di RT. 08, Kampung Danga Au.

Kalisitus Amekae meninggalkan seorang istri dan dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan.

Informasi sementara, jasadnya akan dikebumikan esok, Rabu 23 Maret 2022, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kota Mbay.

Dua Warga Meninggal

Sebelumnya, warga RT 18 Kolibali, Kelurahan Danga Kecamatan Aesesa, Kota Mbay Kabupaten Nagekeo Provinsi NTT, digegerkan dengan dugaan kasus penganiayaan berat kakak terhadap adiknya.

Kejadian itu terjadi, selasa, 22 Maret 2022, sekira pukul 10:25 Wita dirumah milik terduga pelaku YR (46).

Korbannya adalah KA (42) adik sepupu terduga pelaku yang berprofesi sebagai pengacara.

Menurut warga, YR selama ini dikabarkan sedikit mengalami gangguan kejiwaan.

Sementara KA merupakan orang yang paling mengerti dengan kondisi kejiwaan YR.
KA kerap menenangkan YR bila sakitnya itu sedang kambuh.

Baca juga: Ruha Lale, Warga Ruteng Teriak Gempa Bumi

Antara pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluaraga yang sangat dekat, status kakak dan adik. Ayah terduga pelaku dan ayah korban merupakan kakak adik kandung.

Kejadian terhadap KA terjadi didalam rumah YR dengan kondisi rumah dalam keadaan terkunci tanpa adanya saksi mata.

NB (35) yang merupakan adik kandung terduga pelaku menaruh curiga dan mencoba mengintip aktivitas didalam rumah YR.

NB kaget dan shock setelah melihat tubuh KA yang sudah berlumuran darah.

Setelah menginformasikan kepada warga dan Polisi, mereka pun mendobrak pintu dan mendapati KA dalam kondisi sekarat dan YR juga dalam kondisi telah tewas dengan ikatan tali.

Saat ini pihak keluarga sedang mempersiapkan pemakaman kedua kakak beradik itu.

Tewas dalam Rumah

Sebelumnya, dua warga Kampung Kolibali Kota Mbay Kabupaten Nagekeo ditemukan meninggal dunia dalam satu rumah, Selasa 22 Maret 2022, sekira pukul 10.30 Wita.

Kedua almarhum yang ditemukan meninggal dunia tersebut diketahui berinisial KA (42) dan YR (46).

Mereka ditemukan di sebuah rumah yang beralamat di RT 28, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Penemuan dua warga yang meninggal dunia di sebuah rumah tersebut sontak membuat warga setempat geger. Warga kemudian memadati tempat kejadian perkara.

Baca juga: BREAKING NEWS : Seorang Perempuan Asal Flores Timur Gasak Minyak Goreng di Sikka

Informasi yang dihimpun TRIBUNFLORES.COM, menyebutkan KA dan JG masih berstatus kakak beradik. Karena orangtua mereka berdua masih berstatus kakak adik kandung.

Hingga saat ini belum diketahui pasti faktor penyebab kedua kakak beradik ini meninggal dunia.

Tampak puluhan anggota Polisi dan TNI menjaga lokasi kejadian tersebut. Mereka mengevakuasi dua korban menuju Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo.

Sampai berita ini diturunkan, kedua korban sudah di evakuasi ke RSD Aeramo. Sementara itu, sejumlah warga masih memadati lokasi kejadian.

Pihak Kepolisian Resor Nagekeo juga belum berhasil dikonfirmasi karena masih melakukan evakuasi jenazah kedua korban untuk dibawa ke RSD Aeramo. (Cr1).

Berita Nagekeo lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved